20 WNI tampil shalawat di Kasim Tuet Memorial College

0
605
WNI yang tergabung dalam kelompok Hallaqah ikut menyumbangkan shalawat di karnaval multikultur di Islamic Kasim Tuet College, Chai Wan.

SEKITAR 20 WNI yang tergabung dalam kelompok Hallaqah tampil menyajikan shalawat di acara karnival multi kultur IKTMC One Belt, One Road di Chai Wan, Sabtu, 26/1/2019. Karnaval yang menampilkan 14 budaya sekaligus ini diselenggarakan di Kasim Tuet Memorial College.

“Ini adalah acara multi kultural kami, karena murid-murid kami datang dari berbagai latar belakang budaya, dan juga acara ini didukung oleh Pemerintah Distrik Eastern dan juga oleh Departemen Dalam Negeri (Hong Kong), dan untuk kali ini mengangkat tema tentang ‘One Belt One Road’,” kata Canny Cheng, Kepala Komite Aktivitas Kurikuler Islamic Kasim Tuet Memorial College, Sabtu, 26/1/2019.

Menurut Cheng, acara multi kultur tahunan ini diikuti setidaknya 8 konsulat jenderal dari negara-negara yang berada di jalur ‘One Belt One Road’ tersebut, didukung juga dengan penampilan budaya dari LSM-LSM terkait.

“Dengan demikian paling tidak ada 12-14 budaya yang ditampilkan sekaligus hari ini,” kata Cheng.

One Belt, One Road adalah kebijakan luar negeri Republik Rakyat China yang dicanangkan Presiden Xi Jin-Ping sejak 2013. Kebijakan luar negeri ini bermaksud membangun jalur kerjasama ekonomi dan politik antara China dengan negara-negara di ‘jalur sutra’ termasuk Indonesia.

“Acara ini pada dasarnya bertujuan untuk membangun harmoni antara budaya-budaya yang berbeda, karena murid-murid kami berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda, jadi selalu menjadi misi kami untuk bisa mencapai harmoni di antara etnis yang berbeda-beda di Hong Kong ini,” kata Cheng.

Selain penampilan tari budaya dari berbagai negara, karnaval multi etnis hari itu juga menampilkan berbagai tenda di mana para pengunjung dapat belajar dan menikmati seni hias kertas dari Turki, seni melukis henna, kaligrafi Arab,catur Nepal hingga tai chi dari China dan berbagai makanan serta minuman khas dari 14 negara.*

Artikel dimuat di SUARA edisi February Main 2019, terbit 1 February 2019

 

 

Facebook Comments