Ada darah beku di kepala, Isminiati sempat berjuang sendirian di rumah sakit

0
1557

DENGAN alasan tak ingin merepotkan teman-teman sesama PMI di Hong Kong, Isminiati sempat dirawat selama hampir sebulan di rumah sakit tanpa ada yang menjenguk.

“Saya itu nggak mau merepotkan orang lain, kita di sini kan kerja, pasti sibuk, jadi cuma majikan saja yang tahu. Agen saja nggak tahu,” kata Isminiati saat dikunjungi SUARA di Queen Elizabeth Hospital, Jordan, Senin, 12/8/2019.

Isminiati yang berasal dari Blitar ini dirawat karena ditemukan darah beku di otaknya atau istilah medis biasa disebut dengan haemorage. Selama 7 tahun bekerja di Hong Kong, Isminiati telah biasa menderita sakit kepala yang luar biasa.

“Rasanya kayak ada yang gini ke kepalaku, sakit luar biasa,” kata Isminiati berkisah kepada SUARA. Tangannya beberapa kali menunjukkan gerakan seakan mencengkeram kepala. Menurutnya, rasa sakit di kepala itu sudah sering menghinggapinya, hingga tak jarang Isminiati harus berbaring dalam posisi yang sama saat tidur dan tak bisa bergerak sama sekali.

“Kadang itu kalau sudah sakit, ya sudah, kalau bisanya cuma tidurnya miring ke sini, misalnya, nggak bisa berubah lagi, kalau tidak suaaakit sekali,” kata Isminiati.

Pada 22 Juli 2019, Isminiati kembali merasakan kembali sakit kepala yang cenut-cenutnya luar biasa itu. Semula, Isminiati hendak berangkat belanja tapi sakit kepala itu membuatnya terpaksa tiduran istirahat karena tak kuat lagi. Ketika PMI ini masih tetap tergeletak dan tak bisa bangun, akhirnya Sing Sang memutuskan untuk segera memanggil ambulans dan PMI ini dibawa periksa ke Rumah Sakit United Christian di Kwuntong.

PMI ini sempat diperbolehkan pulang setelah otaknya discan dan menjalani segala macam pemeriksaan. Namun tak berapa lama di rumah, Rumah Sakit menelepon dan meminta Sing Sang untuk segera kembali membawa Isminiati ke sana. Rupanya, hasil scan otak PMI ini menunjukkan adanya gumpalan darah beku di otaknya.

“Padahal saya itu rencananya mau ngunjungin anakku yang kerja di Korea, tapi malah masuk rumah sakit begini,” kata Isminiati. Rumah Sakit di Kwuntong tak lama merujuk Isminiati ke Queen Elizabeth Hospital dan PMI ini dirawat di sana selama hampir sebulan.

Saat dikunjungi SUARA, kondisi Isminiati telah stabil namun dokter memberitahu PMI ini tetap akan membutuhkan periksa lanjutan paling tidak selama sebulan setelah dia keluar dari rumah sakit.*

Facebook Comments