Adila mudik lebaran dalam kondisi sakit ginjal

0
1001

ADILA menyambut lebaran tahun ini dalam kondisi bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula. PMI asal Cilacap ini dipecat oleh majikannya dalam kondisi sakit dan kini terpaksa pulang lebaran dengan uang seadanya. Pasalnya, ketidaktahuan akan hukum labour membuat PMI tersebut pasrah saja saat disuruh menandatangani surat yang menyatakan dirinya setuju mengundurkan diri karena sakit.

“Saya harus keluar rumah majikan, karena majikan saya sudah tidak mau mempekerjakan saya lagi,” Adila berkisah kepada SUARA, Minggu, 26/5/2019.

Sambil sesekali meringis menahan sakit, Adila bercerita bagaimana Majikan langsung memutuskan untuk memecatnya begitu PMI ini jatuh sakit. Majikan langsung membelikan tiket untuk pulang ke Indonesia, memberikan sisa gaji dan bonus begitu Adila menandatangani surat pengunduran diri.

Dalam kondisi sakit itulah, Adila harus keluar dari rumah majikan dan tinggal di di asrama agen. Namun PMI ini sempat ngotot tak mau pulang ke Indonesia karena ingin mendapatkan perawatan terlebih dahulu di Hong Kong. Akibatnya, dia tidak mendapatkan tempat yang baik untuk istirahat, bahkan dilarang untuk menggunakan fasilitas yang ada toilet di asrama. Adila harus tertatih-tatih berjalan ke toilet umum yang jaraknya lumayan jauh dari asrama agen.

Tak tahan lagi, dia mengkontak relawan Peduli Kasih dan dibawa ke shelter Peduli Kasih. Di sanalah, Adilla didampingi memeriksa kondisinya ke Rumah Sakit Pamela di Chai Wan dan didiagnosa menderita batu ginjal. PMI tersebut sempat dirawat semalam untuk kemudian dirawat jalan.

Selasa (28/5/2019), Adila diantar untuk mengadukan kasusnya ke KJRI dan ke HELP for Domestic Workers. Namun karena Adila ternyata telah menyetujui untuk determinate dalam kondisi sakit, dan telah diberi sisa gaji, bonus dan tiket, maka tak ada lagi yang bisa  dituntut ke majikan. Tiket yang dibelikan majikan pun telah kadaluarsa.

“Kita hanya bisa mengusahakan uang tiket Adila kepada majikannya, setelah dia bisa cukup sehat untuk kembali ke Indonesia. Itu yang bisa diusahakan, agar Adila bisa cepat kembali ke Indonesia dan tidak overstay di Hong Kong. Dengan alasan kemanusiaan, seharusnya majikan Adila bisa membelikan uang tiket,” kata Staf dari HELP.

Kini Adila telah kembali ke Tanah Air, berbekal obat peluruh batu ginjal yang diberikan oleh Rumah Sakit Pamela. Dia kembali ke Cilacap pada Rabu, 5/6/2019 dengan tangan kosong, karena semua sisa gaji dan bonus dari majikan telah dikirimkan semuanya ke keluarga.*

Artikel dimuat di SUARA edisi Juni Main 2019, terbit 6 Juni 2019

Facebook Comments