Akibat fake news, PMI minta gaji HK$ 17 ribu jadi caregiver

0
420
Menteri Labour Hong Kong, Law, saat berkunjung ke salah satu balai pelatihan caregiver di Jakarta/foto:Istimewa

GARA-GARA terpengaruh fake news alias berita palsu, beberapa PMI mendatangi kantor agen penyalur khusus caregiver (perawat orang jompo) dan minta dicarikan majikan yang bersedia memberi gaji HK$ 17 ribu-15 ribu per bulan.

“Beberapa PMI mendatangi kami dan minta dicarikan majikan yang bersedia memberikan gaji HK$ 15 ribu-17 ribu per bulan. Maaf, tapi saya rasa hal itu tidak mungkin karena tenaga lokal yang memiliki sertifikat khusus sebagai perawat jompo saja gajinya kadang tidak sampai sebesar itu, saya pikir akan sangat sulit mencari orang Hong Kong yang bersedia menggaji seorang Pekerja Rumah Tangga, yang tidak memiliki sertifikat khusus, sampai sebesar itu di Hong Kong,” kata Steven Chiu, Direktur Active Global, saat wawancara khusus dengan SUARA, Jumat, 8/2/2019. Active Global adalah agen penyalur khusus caregiver di Hong Kong, yang kantornya berlokasi di Wan Chai.

Sejak beredarnya berita dari SUARA tentang rencana KJRI bekerjasama dengan Departemen Labour untuk melatih PMI sebagai caregiver, berhembus pula berita-berita hoax di berbagai media yang tidak bertanggung jawab bahwa PMI yang bertugas sebagai caregiver di Hong Kong bisa mendapat gaji sampai sebesar HK$ 15 ribu-17 ribu.

Para PMI mendatangi Active Global dan meminta dicarikan majikan yang bersedia memberi gaji sedemikian. Terkejut akan permintaan tersebut, Chiu menolak dan sempat patah arang menyalurkan pekerjaan sebagai caregiver untuk PMI di Hong Kong.

“Pertama-tama, sangat sulit mencari majikan yang mau membayar sampai sebesar itu untuk PRT yang tidak memiliki sertifikat khusus caregiver, tapi di lain pihak, kalau kami mendatangkan caregiver profesional dari Indonesia ke Hong Kong, seringkali bermasalah dengan bahasa, karena biasanya tidak bisa berbahasa Kantonis dan sangat minim berbahasa Inggris,” kata Chiu.

Menurut Chiu, para pekerja migran dari Filipina, India dan Srilanka yang kini mereka salurkan bekerja sebagai caregiver dengan visa Pekerja Rumah Tangga di Hong Kong, telah menjalani pelatihan caregiver bersertifikat di agennya, dan mendapatkan gaji tak kurang dari HK$ 7000 per bulan. “Tapi (gajinya) tidak sampai HK$ 17 ribu,” kata Chiu, menegaskan.

Pada 21-22 Januari 2019, Menteri Labour Hong Kong Law chi-Kwong berkunjung ke Jakarta pada 21-22/1/2019, untuk menemui Ketua BNP2TKI Nusron Wahid dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Salah satu isu yang dibahas adalah rencana mengadakan lagi pelatihan caregiver untuk para PMI di Hong Kong, yang adakan diadakan pada Mei 2019.

Namun menurut Konsul Jenderal Tri Tharyat, pembahasan mengenai pelatihan caregiver untuk PMI ini hanya akan sebatas kepada peningkatan kemampuan saja, dan belum sampai membahas tentang perubahan kontrak, gaji khusus apalagi visa caregiver kepada PMI. “Sejauh ini belum, belum ada, training (di Hong Kong) ini tujuannya untuk meningkatkan skill menjadi caregiver,” kata Konjen Tri.

Konjen Tri Tharyat menyatakan, akan ada kunjungan balasan dari BNP2TKI ke Hong Kong dalam bulan-bulan ini untuk membahas lebih lanjut penerapan pelatihan caregiver untuk PMI ini. Menurut rencana, PMI yang akan ikut serta training caregiver yang diadakan gratis oleh Departemen Labour Hong Kong tersebut akan dikoordinasi pendaftarannya oleh KJRI.

Dua syarat utama PMI untuk mendaftarkan diri ikut pelatihan caregiver ini adalah telah bekerja sebagai caregiver di majikan yang sekarang ini, dan telah mendapatkan ijin majikan untuk mengikuti pelatihan caregiver secara penuh (tidak boleh bolos).

Kesulitan agen menyalurkan caregiver Indonesia ke Hong Kong

Direktur Active Global, Steven Chiu menyatakan selama ini mereka kesulitan untuk menyalurkan caregiver dari Indonesia karena panjang dan rumitnya prosedur penempatan PMI ke luar negeri. Apalagi, kata Chiu, potongan agen selama 6 bulan kerapkali tidak jelas jumlahnya di lapangan.

“Karena itu, seandainya jika Pemerintah Indonesia mau mengadakan kerjasama G to G (antar pemerintah) untuk mendatangkan PMI bekerja sebagai caregiver di Hong Kong, kami akan sangat senang, selama tidak ada ikatan yang mengharuskan PMI itu tidak bisa ganti agen atau harus segera pulang begitu kontraknya habis,” kata Chiu.

Artikel diterbitkan di SUARA edisi Feb Mid 2019, terbit tanggal 22 Februari 2019

 

Facebook Comments