Akibat PMI korban beri kesaksian berbeda-beda, High Court bebaskan majikan penganiaya

0
409

SEORANG wanita Hong Kong yang tadinya dikenai hukuman penjara 3 bulan dan 7 hari karena dinyatakan bersalah menganiaya PMI, ngotot mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Hong Kong, Kamis, 11/4/2019 dan dinyatakan menang. Ini artinya, wanita majikan penganiaya itu dapat melenggang lolos dari jeratan hukum.

Oriental Daily melaporkan, Pengadilan Tinggi atau High Court menerima permintaan naik banding wanita ini karena menilai dakwaan penganiayaan yang mengakibatkan bekas luka di badan, sebenarnya tidak dapat dibuktikan secara akurat.

Deputi Hakim Pengadilan Tinggi Gary Lam Kar-yan menyatakan ada perbedaan antara pernyataan yang diberikan PMI korban kepada polisi dengan kesaksian yang diberikannya ke Departemen Labour. Karenanya, Hakim Lam memutuskan bahwa kesaksian PMI tersebut tidak layak untuk dipertimbangkan sebagai bukti di pengadilan.

Wanita Hong Kong itu sebelumnya telah dinyatakan bersalah menganiaya PMI hingga mengakibatkan bekas luka di badan. Pada 14 September 2017, Wanita tersebut marah karena PMI ini lupa membawa kunci rumah saat keluar. Wanita itu lantas memarahi, menampar wajah PMI itu dan menendang paha kanannya.

Keesokan harinya, wanita itu kembali memukul kepala PMI dengan sebuah botol minuman.

Wanita tersebut ditahan polisi dan kemudian dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Namun, dia lantas mengajukan banding atas vonis penjara 3 bulan 7 hari, dan Hakim Pengadilan Tinggi mengabulkan permohonan tersebut dengan alasan kesaksian PMI korban berbeda-beda sehingga tak bisa digunakan sebagai bukti di pengadilan.

Facebook Comments