Asmara jarak jauh alias LDR (Long Distance Romance), kamu kuat jalaninnya nggak?

0
650

JAUH merantau kerja di negeri orang, mau tak mau LDR alias Long Distance Romance adalah salah satu hal yang sering kita jalani (hiks!). Pacaran tatap muka saja banyak masalah, apalagi LDR? Ada yang bisa tahan menjalaninya dengan tips-tips tertentu, ada pula yang memilih menyerah dan mengalir sajalah alias nggak ngguyu. Bagaimana nih dengan pendapat teman-teman di Hong Kong?

Vivi, single, anti LDR

Nggak lah… Aku milih lebih baik nggak LDR. Nggak sih, aku nggak pernah ada pengalaman pahit (dengan LDR), cuma aku nggak suka dengan LDR itu karena itu satu hal yaitu karena aku ini orangnya susah percaya sama orang lain. Nanti (kalau LDR) malah repot. Kalau bicara sekarang ada calon atau nggak, sih… yaaah ada sih yang nunggu (di Indonesia) tapi bukan calon sih. Aku orangnya lebih baik memilih menunggu, nggak usah buru-buru daripada LDR. Soal itu (menikah) nantilah kalau sudah pulang terus baru serius kan…

Piyu, LDR 6 bulan

Sekarang ada (LDR), sudah setengah tahun, sedang pemanasan, hehehe… kenalnya dari temanku, terus dia itu yang ngenalin (LDR) ke aku. Pertamanya, tadinya sih cuma anggap kayak teman-teman aja, tapi kok lama-lama diterusin jadi asyik gitu loh, hehehe… tapi yah, dijalanin ajalah. Masalah jadi atau nggaknya nanti, ya nggak tahu. Biar waktu aja yang jawab. Saya sudah di sini, kenalin biasa lewat teman itu, dari facebook-nya temanku, akhirnya dia jadi temanku. Dia lihat aku di facebook call, terus dia nyapa aku. Kalau ngomong apa tantangannya jalanin LDR, ya itulah… kita belum tahu apa bisa untuk serius terus atau tidak. Masih didalamin dulu lah. Belum ketemu sih, insya Allah kalau aku pulang nanti ketemu, kita lihatlah bagaimana…

Neti, Menikah dari LDR

Sudah kerja di sini, kenalan, pulang menikah lalu balik lagi. Kenalannya lewat facebook. Cinta bersemi dari media sosial nih. Ceritanya aku habis putus dari pacarku, terus kenalan sama suamiku yang sekarang ini. Ini saya lagi video call sama dia… pertamanya kenalan lewat facebook, viceo chat, kita merasa nyaman, terus dia tak suruh ke rumah orang tuaku. Orang tuaku bilang oke, kata mereka orangnya kayaknya baik. Nyaman aja, dia baik, pengertian, nurut…, gimana yo bilangnya hehehe… Sekarang setiap hari komunikasi, chat. Pernah berantem juga karena facebook, dia lihat komen-komen di akunku, terus juga karena aku sibuk… kalau siang nggak bisa telepon-teleponan sama dia. Dia kiranya aku di sini selingkuh atau gimana. Sudah anniversary tadi tanggal 16 tadi, ya masing-masing dia di sana, aku di sini. Rencananya sih setelah aku finish kontrak ini, dapat modal, pulang seterusnya lah.

Leni, LDR 4 bulan

Sekarang slow ajalah… nggak menggebu-gebu pengen nikah juga. Saya sudah 3 tahun nggak bersuami, yah karena ada problem lah. Sebelum saya ke sini, kita sudah cerai. Intinya karena kurang komunikasi dulu dengan suami yang dulu. Kalau sekarang saya LDR, ini sama yang baru, setiap hari video call, chat. Apa mau serius atau tidak, ya susah ya, kita LDR begini. Tergantung di sananya setia atau tidaknya. Dia sih bilangnya serius, tapi kita nggak tahu ke depannya bagaimana. Kalau semua cowok sih, aku ngetes ujung-ujungnya uang. Kalau kerja di Hong Kong kan, uangnya banyak, jadi kebanyakan semua cowok (LDR) itu sama, ujung-ujungnya uang. Disuruh kirimin uang. Aku ngetes yang ini, dia nggak. Sudah banyak sih aku kenalan sama cowok-cowok (LDR), semuanya ujung-ujungnya uang. Alasannya banyak, yang ini, yang itu. Tapi yang ini nggak. Kalau pengen ketemu sih… iya lah… tapi nggak tahu juga gimana… biarlah waktu yang menjawab.

Aisyah, LDR

Awalnya di sini baru kenal dengan cowoknya, jadi lebih gimana… kalau kenal udah kenal di rumah kan, rasanya beda, karena sudah tahu. Suami yang pertama umurnya 27 tahun, yang calon ini baru 24 tahun. Biasa…kurang kasih sayang, hehehe… ada problem aja dengan suami, jadi saya cari yang lain lagi. Yang dulu sudah menikah hampir 5 tahun, suami saya ada kasus akhirnya ada kasus akhirnya dipenjara, lalu saya ke sini ternyata dia nggak berubah. Ya sudahlah, saya pikir cukup sekian dan terima kasih. Kalau rumah tangga butuhnya ke masa depan, masak iya saya kayak begini terus? Jauh dari keluarga, jauh dari orang tua. Ya sudah saya pikir kalau saya bisa berjuang sendiri kenapa saya butuh laki-laki. Tapi dari satu sisi, batin saya juga kan butuh perhatian. Alhamdulilah calon yang sekarang ini tetangga sendiri. Sudah kenal lama.Sebelum saya ke sini sudah sama dia, yang penting dianya bertanggung jawab, dianya mau kerja. Dalam rumah tangga kan harus begitu, jadi sayanya bisa kerja, dianya juga kerja menambah pemasukan. Sebagai lelaki kan dia harus tetap bertanggungjawab menafkahi, kalau perempuan kan terserah perempuan, bisa ditabung atau untuk orang tua kalau ada apa-apa. Tetap setiap hari video call, banyak tikungan lah resiko LDR, hehehe… Rencananya saya pulang April nanti, mau ngurus-ngurus, terus rencananya menikah tahun ini lah. Untuk jaga godaan jarak jauh? Ya pakai iman lah… kalau saya dari pengalaman saja, untuk yang serius bagiamana… dia harus tahan di segala cuaca. Saya sikapnya begini, dia bisa nggak, kalau saya tanya begini, dia bisa ngelakuin nggak? Saya ngetesnya dari kesehariannya dia, oh memang bener, ya bisa serius lah. Tahu keseharian dia dari video call, telepon-teleponan, terus banyak mata-mata juga di kampung, hehehe… Dia juga sama keluarga saya perhatian, sama anak saya juga perhatian. Kata hati danpikiran sudah sejalan ya okelah.

Dulunya dia sebenarnya Cuma pelampiasan saya, tapi memang menurut saya dia lebih baik, mungkin ke depannya berharap lebih baik lagi, dia juga bisa lebih dewasa saat saya tunjukkin sifat saya yang jelek-jelek semua, ya oke. Sudah hampir 2 tahun pacaran. Biarpun saya marah atau foto sama cowok lain, dia nggak marah. Saya kasih kepercayaan kirim uang minta dikasihkan ke orang tua saya, dia bener memang kasihnya segitu. Dia bisa ngaturnya, ngetesnya bukan dari hati saja tapi dari materi juga bisa.

Eka, menikah 17 tahun

Sudah 17 tahun menikah, anak saya dua. Susahnya itu kalau terhalang sinyal, komunikasi kan jalan terus, tapi kadang kan sinyal di sana sulit. Ya kangen, musti kangen, kalau inget keluarga di rumah. Biasanya pas libur begini video call, kalau hari kerja ya  chat..chat aja. Biasanya bicara bagaimana anak-anak di rumah…ya begitu lah. Kita diskusi dulu lah kalau ada masalah bagaimana baiknya. Selama ini alhamdullilah nggak ada masalah yang penting banget, Cuma komunikasi saja. Saya nggak punya facebook karena suami nggak suka. Kita chat-chat saja sudah cukup, nggak usah pakai media maya, kita cari yang aman saja biar tetap bersama. Paling penting komunikasi ada masalah ada apapun yang penting komunikasi, kalau kita dua orang nggak mungkin selallu sejalan pasti ada yang beda, kita komunikasi di mana titik temunya. Bisa nyamannya. Terus terang ada juga deg-degan, ada rasa curiga, rasa takut itu ada, tapi yah komunikasi, kalau ada curiga, ya langsung bilang aja.

 

 

 

 

 

Facebook Comments