Bahar bin Smith: Jokowi, tunggu saya keluar.

0
768
Bahar bin Smith saat sidang kasus dugaan tindak penganiayaan terhadap dua remaja berinisial MKU (17) dan CAJ (18), Rabu (6/3). (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)

Bahar bin Smith tiba-tiba melayangkan ancaman kepada Presiden Joko Widodo usai menjalani sidang perkara dugaan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial MKU dan CAJ.

Terdakwa kasus penganiayaan itu tampak serius memberikan ancaman untuk Jokowi. Bahar terlihat kesal lantaran kasus yang menjeratnya dinilai tidak adil dan sangat kental bermuatan politis.

Dilaporkan oleh tempo.co, Kamis (14/3/2019), saat keluar dari ruang persidangan, tampak awak media langsung mengerumuni Bahar untuk meminta tanggapan dia terkait tanggapan jaksa ihwal eksepsi yang dilayangkan kuasa hukum Bahar dalam sidang sebelumnya.

“Saya sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar,” ujar Bahar sambil berjalan meninggalkan ruangan persidangan di gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram, Bandung, Kamis, 14 Maret 2019.

Saat disinggung maksud dari pernyataannya, Bahar kemudian mengatakan, “Ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya keluar dan akan dia rasakan pedasnya lidah saya,” ujarnya.

Dilansir oleh CNNIndonesia, Kamis (14/3/2019), terkait putusan sela yang akan diputuskan hakim pada sidang pekan depan, Bahar juga tak berkomentar banyak. Ia menyerahkan semuanya pada putusan hakim.

Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Bahar ini bermula setelah Bahar dilaporkan ke Polres Bogor dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bogor tertanggal 5 Desember 2018.

Dalam laporan itu, Bahar diduga secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak.

Terduga korban berinisial MKU (17) dan CAJ (18) beralamat di Bogor. Penganiayaan itu diduga terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor pada Sabtu, 1 Desember sekitar pukul 11.00 WIB.

Bahar kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Desember 2018. Ia diduga memerintahkan orang-orang suruhannya menganiaya MKU dan CAJ.

Korban dipukuli secara bergantian dan diduga dilakukan oleh dan atas perintah Bahar. Alasan para pelaku menganiaya karena CAJ mengaku sebagai Bahar dalam sebuah acara di Bali, 29 November 2018. Sedangkan MHU mengaku sebagai rekan.

Facebook Comments