Belajar tai chi sebagai latihan mental

0
151
Foto: Aliq Nurmawati

PARA PMI mungkin sering melihat warga Hong Kong asyik berlatih tai chi di taman-taman umum. Namun apakah teman-teman pernah langsung mencoba sendiri berlatih seni bela diri asal China ini?

Itulah yang dilakukan para PMI yang tergabung dalam kelas Indonesia Methodist Center di Aldrich Bay, Shau Kei Wan, pada Minggu, 23/6/2019.

Pelatih kelas tai chi di Indonesia Methodist Center, Lisa, menyatakan bahwa hari itu dia memperkenalkan gerakan-gerakan dasar tai chi kepada para PMI peserta. Lisa menjabarkan bahwa sekalipun tai chi ini termasuk seni bela diri, namun tidak dilakukan dengan gerakan cepat. Gerakan-gerakannya lambat seperti tarian yang mengalir.

Jika diperhatikan lebih lanjut, kata Lisa, gerakan tai chi yang lambat ini otomatis tidak membutuhkan ruang gerak yang luas dan juga tidak membutuhkan alat khusus untuk melakukannya. Namun sekalipun terlihat hanya berupa gerakan-gerakan sederhana saja, tai chi sangatlah bagus untuk dilakukan setiap hari karena akan membuat tubuh nyaman serta peredaran darah lancar jika dilakukan dengan benar.

Gerakan-gerakan tai chi yang benar, kata Lisa, juga dapat menjadi “latihan mental” karena tai chi yang berfokus kepada pernapasan dan meditasi ini dapat membantu melepaskan stres terutama untuk kita yang hidup dan bekerja di Hong Kong yang sibuk ini.
Simak saja pengalaman Tari, PMI asal Tegal, Jawa Tengah, salah satu peserta kelas tai chi. Tari menyatakan sangat merasakan manfaat belajar tai chi untuk dirinya yang sering kali Lelah bekerja sebagai PMI di Hong Kong.
“Olahraga tai chi, sangat bermanfaat bagi kita para PMI yang kadang harus bekerja sampai larut malam, terutama wanita yang usianya sudah lebih dari 35-an ke atas. Itu sangat perlu yang namanya relaksasi, organ-organ kita juga sangat perlu untuk relaksasi dan tai chi ini sangat membantu,” kata Tari kepada SUARA.

Namun meski terlihat hanya berupa gerakan-gerakan ringan, bukan berarti tai chi ini bisa dilakukan secara sembarangan, loh! Lisa mengingatkan, jika kita melakukan gerakan tai chi yang salah, bukannya manfaat yang kita dapat. Malahan bisa membuat tubuh terasa sakit setelahnya.

Untuk sementara, kelas tai chi ini tidak diadakan secara regular di Indonesia Methodist Center. Asisten Pendeta, April Ginting menyatakan, mereka mengadakan dan melanjutkan suatu kelas keterampilan atau olahraga untuk PMI berdasarkan jumlah peminat dan permintaan PMI itu sendiri.

“Tergantung permintaan, kita lihat- kalau setelah kelasnya selesai- oh banyak yang berminat, ya kita lanjutkan terus, kalau tidak untuk sementara kita tunda dulu. Kita adakan yang lain. Untuk mengadakan suatu kelas pun berdasarkan permintaan cece-cece sendiri, seperti kelas tai chi ini, yang kita adakan berdasarkan permintaan dari mereka juga,” kata April kepada SUARA .

Kelas tai chi ini sendiri telah diadakan selama 2 minggu berturut-turut di Shau Kei Wan untuk kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kursus keterampilan yang lain mulai bulan Juli 2019.

Indonesia Methodist Center sendiri secara rutin mengadakan berbagai kelas keterampilan untuk PMI, yang setiap kelasnya diharga HK$ 10. April menyatakan bahwa setiap kelas diikuti paling banyak 20-an orang.*

Artikel dimuat di SUARA July Main 2019, terbit 5 Juli 2019

Facebook Comments