BNI akan buka Smart Remittance

0
438
BNI dan Uniforex sesaat setelah menandatangani kerjasama smart remittance, Jumat, 12/12/2018

BANK Negara Indonesia (BNI) Hong Kong akan segera membuka pengiriman uang via online yang bernama BNI Smart Remittance. Menurut rencana pengiriman uang ke Indonesia lewat internet ini akan mulai diluncurkan setelah Tahun Baru China nanti.

“Selama ini banyak nasabah kita yang harus mengantri lama-lama untuk mengirim uang, nah, dengan online ini, tidak usah lagi. Cukup kirim lewat internet BNI saja, bisa lewat mobile phone saja,” kata Eko Kristianto, Manajer BNI Remittance Hong Kong, Rabu, 12/12/2018.

BNI Smart Remittance ini diadakan bekerjasama dengan lembaga pengiriman uang di Hong Kong Uniforex yang memiliki ijin e-wallet.

E-wallet atau ‘dompet digital’ ini memungkinkan nasabah menggunakan telepon berkoneksi internet untuk mengirimkan uang ke Indonesia dengan cara membuka akun dompet digital yang batas maksimalnya bisa mencapai HK$ 100 ribu.

Meski demikian, Brian Luk dari Uniforex menyatakan BNI Smart Remittance belum memastikan batas maksimal pengiriman uang lewat dompet digital ini nantinya, ataupun bagaimana nanti caranya untuk menggunakan jasa pengiriman online ini. “Kami masih mempersiapkannya sekitar kuarter pertama tahun depan, mungkin setelah Tahun Baru China,” katanya.

Eko menyatakan kerjasama pengiriman online BNI ini akan memberikan keuntungan kepada para nasabah yaitu berupa kepastian bank tempat mereka mengirimkan uang tersebut. Selama ini banyak nasabah yang khawatir menggunakan jasa remitansi online karena takut tertipu sementara uang yang dikirimkan ternyata dibawa kabur tanpa bekas.

“Tapi kalau yang ini kan jelas, ini BNI, jadi tidak akan mungkin dibawa kabur. Pengirimannya lebih mudah karena lewat online, tapi tetap jelas karena kalau ada apa-apa bisa datang ke BNI untuk mengecek,” kata Eko.

Sementara General Manager BNI, Wan Andi Aryadi menyatakan jasa remitansi online BNI ini akan melalui dua kali pengecekan untuk menghindari adanya penyalahgunaan fasilitas ini untuk kejahatan pencucian uang. Pengecekan pertama dilakukan di Hong Kong lewat patner bisnis mereka yaitu Uniforex, sementara pengecekan kedua akan dilakukan di Indonesia oleh BNI.

Rencana kerjasama BNI Smart Remittance ini diumumkan kepada media sebelum acara seminar BNI Economy and Investment Outlook 2019 yang diselenggarakan di Admiralty. Acara tersebut menghadirkan Komisaris Utama BNI Ari Kuncoro sebagai pembicara, serta Lin Che Wei yang adalah Tim Asistensi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.*

 

Facebook Comments