BNP2TKI bersiap menjadi lembaga baru

0
702
Istimewa

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mulai menghitung mundur persiapan menuju bentuk lembaga baru.

Hal tersebut disampaikan Nusron Wahid dalam Rapat Koordinasi Teknis BNP2TKI tahun 2019 yang mengusung tema Penajaman Target Kinerja dan Anggaran Tahun 2019.

“Menuju September hanya hitungan 7 (tujuh) bulan lagi, dalam waktu ini kita harus membuat hitungan mundur terkait apa yang harus dilakukan, ini PR besar kita bersama,” kata Nusron, Kamis (31/1/2019).

Menurut berita yang dilansir situs resmi BNP2TKI, Nusron mengatakan bahwa pekerjaan besar yang harus dilaksanakan segenap jajaran di lembaganya dalam hitungan mundur tersebut ada dua. Pertama harus menyelesaikan Perpres baru yang meliputi langkah awal tentang format lembaga baru sebagaimana bunyi undang-undang. Sedangkan yang kedua adalah menyelesaikan visi misi, dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan rencana kerja yang belum terselesaikan.

Menurut Nusron, format lembaga baru hasil transisi dari BNP2TKI kedepannya bukan lagi menggunakan format sistem organisasi berbasis fungsional dan akan lebih mengarah ke format sistem organisasi berbasis substansi.

“Trend sistem organisasi pemerintah di dunia sudah bergerak, dari sistem organisasi berbasis fungsional, menjadi sistem organisasi berbasis substansi. Jadi, mulai dari proses promosi, proses penempatan, perlindungan, sampai penanganan masalah itu berada dalam satu kedeputian, sehingga setiap pegawai betul-betul menjadi expert di bidangnya dalam satu lokus [lokasi]. Nanti, jika ada masalah, jelas siapa yang bertanggung jawab,” terang Nusron, Kamis (31/1/2019).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Nusron bahwa, sebagai abdi negara, seluruh pejabat di BNP2TKI bertanggung jawab dan berkomitmen meninggalkan nama dan peninggalan yang baik demi negara dan generasi mendatang.

“Rakyat yang akan menilai bahwa perjalanan ini merupakan bagian dari legacy kita sebagai abdi negara. Satu-satunya kebanggaan ASN sebagai pelayan publik adalah mencari legacy [peninggalan] yang baik, bukan kekayaan ataupun kegagahan,” kata Nusron, Kamis (31/1/2019).

Lebih lanjut Nusron mencontohkan apa yang dimaksud dengan warisan yang baik yakni setiap tahun BNP2TKI selalu memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan sejumlah prestasi lainnya.

Facebook Comments