Bubble Tea yang diklaim bebas gula ternyata mengandung kadar gula tinggi

0
759
Ilustrasi. Foto: The Standard

Dewan Konsumen Hong Kong melalui siaran medianya mengumumkan bahwa ramuan berbasis teh populer yang dianggap “tanpa gula tambahan” atau “berkadar gula rendah,” sebenarnya memiliki kandungan gula melebihi pedoman asupan gula harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, Kamis (14/2/2019).

Menurut berita yang dilansir RTHK, Dewan Konsumen menghimbau masyarakat Hong Kong agar mengurangi jumlah minuman teh yang mereka konsumsi secara umum.

Dewan Konsumen mengatakan baru-baru ini mereka sudah menguji sekitar 120 jenis produk teh dan menemukan bahwa lima di antaranya memiliki kandungan gula yang berlebihan. Bahkan pada setiap bola tapioka yang ditambahkan ditengarai akan meningkatkan kandungan gula dan jumlah kalori yang terkandung di dalam minuman, kelebihannya bisa melampaui batas sebesar 40 persen.

“Mutiara” dalam “teh susu tapioka mutiara” atau Cang Cun Lai Cha/ Teh Buble memiliki kandungan gula hingga 11 gram per porsi. Dengan begitu seseorang yang mengkonsumsi satu porsi Cang Cun Lai Cha berarti telah mengkonsumsi lebih dari 20 persen dari batas asupan gula harian yang sehat.

Dr Henry Ng dari Pusat Keamanan Pangan yang turut hadir dalam siaran medianya juga turut mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap ancaman bahaya konsumsi gula berlebihan.

“Untuk minuman yang bahkan mengklaim tidak ada tambahan gula, bisa jadi masih ada tambahan bahan lain yang menyebabkan kadar gula dalam minuman meningkat. Misalnya saja tambahan madu dan sirup dengan rasa buah, juga susu dan mutiara dalam teh mutiara tapioka susu,” kata Ng seperti dikutip RTHK, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut Ng menyarankan agar semua toko minuman harus meninjau resep mereka dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa minuman mereka konsisten dengan kandungan gula yang tercantum pada labelnya.

“Minuman-minuman berbasis teh yang dibuat di toko-toko penjual minuman pada praktiknya tergantung pada individu dan juga jumlah peralatan. Jadi salah satu saran yang kami berikan kepada para pedagang minuman adalah bahwa mereka harus mematuhi praktik manufaktur umum untuk menghasilkan minuman dengan kadar gula rendah,” imbuh Ng, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut Ng mengatakan kedepannya harus ada pedoman yang dapat menjadi rujukan  bagi karyawan toko minuman agar bisa memastikan kualitas minuman yang stabil.

Facebook Comments