Caleg luar negeri 2019 mengaku masih awam masalah PMI

0
844
Lima caleg 2019 berdialog dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, mereka adalah M. Zainul Arifin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Imam Subali dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zuhairi Misrawi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Irlisa Raohmadiana dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Tsamara Amany dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).. Foto: Yuli Riswati

Para Calon Legislatif 2019 (Caleg) luar negeri mengaku masih awam mengenai pengetahuan seputar persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini terungkap dalam dialog interaktif antara caleg luar negeri dan pmi yang digelar oleh Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) dan Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) di Hong Kong University, Minggu (24/2/2019).

Setelah sesi penyampaian masalah dan harapan, masing-masing caleg yang hadir diminta bertanya dan menanggapi sekaligus menawarkan program yang bisa mereka berikan kepada PMI jika terpilih nantinya.

Irlisa Raohmadiana dari Partai Gerindra yang mengaku sebelumnya kurang tahu soal permasalahan PMI, dengan antusias menjanjikan kesempatan duduk bersama antar perwakilan PMI dan perwakilan berbagai instansi pemerintahan untuk membahas dan menyelesaikan masalah PMI.

“Tidak usah menunggu saya terpilih bapak-bapak dan ibu-ibu, sepulang saya ke Jakarta, saya akan mengajak teman-teman saya yang masih aktif dan bertugas di DPR, di kementerian ketenagakerjaan, kementerian perempuan dan BPJS untuk datang ke Hong Kong dan duduk bersama untuk membahas dan menyelesaikan masalah secepat mungkin,” ujar Irlisa, Minggu (24/2/2019).

Imam Subali dari PKB, sebagai mantan pekerja migran menjanjikan dan menjamin untuk memperjuangkan nasib PMI, terutama adanya libur bagi semua PMI di Singapura.

“Sebutan untuk pekerja migran selalu berubah-ubah tapi nasibnya yang belum berubah, dan itu yang akan saya perjuangkan,” kata Imam Subali, Minggu (24/2/2019).

M. Zainul Arifin dari PPP dan Zuhairi Misrawi tidak memiliki program atas nama pribadi karena apapun yang mereka lakukan nantinya harus sepengetahuan dan menjadi keputusan serta program partainya yang mengusungnya.

“Saya akan menyampaikan semua aspirasi teman-teman PMI dan membawanya ke Jakarta untuk disampaikan kepada partai dan presiden serta jajaran menterinya agar dikaji dan dicarikan solusi yang cepat dan tepat sesuai masalahnya,” kata Zuhairi Misrawi kepada SUARA, Minggu (24/2/2019).

Tsamara Amany dari PSI yang mengaku baru tahu seputar persoalan tentang PMI setelah terpilih menjadi caleg DPR RI dapil luar negeri dan melakukan riset seputar permasalahan PMI, menjanjikan penghapusan PJTKI yang dinilai tidak sesuai fungsi dan memperjuangkan perbaikan sistem penempatan PMI yang lebih baik.

“Semua isu-isu paling penting seputar PMI seperti overcharging, overstay, permainan PJTKI dan lain-lain akan saya pahami dan seriuskan serta mencari inti di dalam yang menggerogoti dan mencari solusi dan memperjuangkan atas persoalan tersebut dan jika saya terpilih nantinya sebagai caleg adalah memperjuangkan regulasi-regulasi seputar PMI,” kata Tsamara Amany, Minggu (24/2/2019).

Sementara itu menanggapi pertanyaan PMI kenapa hanya ada caleg partai yang hadir, Sringatin mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya juga sudah mengundang caleg lainnya baik melalui tim suksesnya yang ada di Hong Kong pun langsung kontak kepada partai.

“Kita juga sudah mengundang caleg Partai Golkar, PAN, PKS dan Partai Demokrat dan mereka menyatakan tidak bisa datang. Sementara beberapa partai lainnya kita tidak ketahui kontaknya,” ujar Sringatin, Ketua IMWU, Minggu (24/2/2019).

Facebook Comments