Carrie Lam kutuk ‘penggunaan kekerasan’ di depan Gedung LegCo

0
1023
Polisi tampak berjaga di balik pintu kaca yang pecah di Member Entrance 2 Gedung LegCo, Senin, 1/7/2019

CHIEF Executive HK Carrie Lam dalam konferensi pers hari ini, 2/7/2019, mengutuk “penggunaan kekerasan dan perusakan” Gedung LegCo oleh para demonstran yang terjadi pada 1 Juli 2019. Menurut Lam, tindakan tersebut membuat banyak orang merasa sedih dan terkejut karena terjadi di tengah-tengah demonstrasi yan sebelumnya berjalan secara damai dan teratur.

“Kita melihat dua hal yang sangat berbeda. Pertama adalah demonstrasi yang biasa terjadi pada 1 Juli. Terlepas dari jumlah pendukung demonstrasi tersebut, demonstrasi itu berjalan damai dan secara umum berjalan teratur.… Kejadian kedua yang kita lihat, yang menyedihkan dan mengejutkan banyak orang, adalah penggunaan kekerasan dan perusakan yang dilakukan para demonstran yang mencoba masuk ke Gedung LegCo untuk beberapa waktu. Hal inilah yang kami kutuk karena tidak ada yang lebih penting daripada penegakan hukum di Hong Kong,” kata Lam.

Pada demonstrasi 1 Juli 2019, demonstran berusaha menerobos masuk ke Gedung LegCo di Admiralty dengan cara merusak pintu kaca Member Entrance 2. Setelah beberapa lama, kaca akhirnya pecah dan sempat terjadi bentrokan demonstran dengan para polisi yang berjaga di balik pintu. Para demonstran mundur setelah polisi mengeluarkan semprotan merica.

“Saya harap masyarakat (Hong Kong) secara umum akan setuju dengan kami bahwa dengan adanya tindakan kekerasan yang telah kita saksikan itu, adalah benar bagi kami untuk mengutuknya dan berharap masyarakat dapat kembali normal secepatnya,” kata Lam, yang memberikan keterangan pers didampingi Chief Secretary of Administration, Matthew Cheung Kin-chung, Secretary for Security John Lee dan Komisaris Polisi Lo Wai-Chung.

Facebook Comments