Departemen Labour menganjurkan pekerja migran tidak keluar libur, bukan melarang

0
2674

Departemen Labour Hong Kong sehubungan dengan merebaknya epidemik virus corona, mengajurkan para pekerja migran di kota ini untuk tidak keluar rumah pada hari libur dan menjauhi tempat-tempat keramaian untuk mengurangi resiko tertular virus mematikan tersebut.

Juru Bicara Departemen Labour menyampaikan anjuran tersebut dan bukan melarang pekerja migran untuk tetap tinggal di rumah sekalipun hari libur, karena Pemerintah HK kini telah meningkatkan status kewaspadaan terhadap virus corona ke tingkat gawat darurat sejak 25 Januari 2020.

“Masyarakat harus menjauhi keramaian sedapat mungkin untuk meminimalisir kemungkinan terinfeksi. Pemerintah (HK) mencatat bahwa Konsulat Jenderal Filipina dan Konsulat Jenderal Indonesia juga telah meminta warga mereka untuk mengambil tindakan kesehatan yang diperlukan dan menjauhi keramaian atau berkumpul,” kata Juru Bicara Departemen Labour.

Pada saat yang sama, Departemen Labour juga memperingatkan para majikan untuk tidak memaksa pekerja migran mereka bekerja pada hari libur, sekalipun mereka tidak keluar rumah. Jika pekerja migran itu harus keluar rumah, maka pekerja migran dianjurkan memakai masker bedah dan menjauhi keramaian.

Jika pekerja migran atau majikan mereka pernah mengunjungi China Daratan, maka Departemen Labour meminta mereka mengenakan masker dan tinggal di rumah selama 14 hari setelah kembali pulang ke HK.

Jika ada majikan yang memaksa pekerja migran mereka bekerja pada hari libur, Departemen Labour memperingatkan mereka dapat dikenai denda maksimum hingga HK$ 50 ribu.

Facebook Comments