Diana campurkan darah menstruasi, air kencing dan ludah ke minuman majikan, kena bui 6 bulan

0
2685
Foto hanya ilustrasi.

TERNYATA masih saja ada yang percaya akan ‘ramuan pengasihan’ untuk majikan yang pada kenyataannya justru akan membawa PMI bersangkutan masuk bui.

Diana, 30 tahun,PMI di Singapura masuk bui 6 bulan dan 7 minggu setelah mengaku bersalah mencampurkan darah menstruasi, air kencing dan ludahnya ke dalam air yang kemudian digunakan untuk memasak nasi dan membuat minuman majikan. Selain itu, Diana juga mengaku bersalah mencuri uang majikan.

Strait Times melaporkan, majikan sekeluarga telah sempat mengonsumsi ‘air pengasihan’ itu.

Di dalam sidang, Senin, 13/1/2020,  Diana mengaku bersalah telah melakukan dua kejahatan yaitu mencampurkan ‘cairan tubuhnya’ ke dalam minuman majikan dan mencuri uang sebesar SG$ 13 ribu atau sekitar HK$ 75 ribu.

Deputi Jaksa Umum Angela Ang menyatakan bahwa Diana mulai bekerja di keluarga majikannya tersebut pada 2017 yang beranggotakan 6 orang.

Diana diketahui mencuri total sekitar SG$ 13 ribu yang dilakukannya antara Agustus 2017 hingga Juni 2018. Uang itu dicuri Diana dari nenek majikan yang berumur 67 tahun, yang biasanya menerima uang saku dari suami serta 3 anak perempuannya. Nenek majikan biasa menyimpan uang itu dalam brankas di kamar, tapi Diana berhasil mengetahui nomor pembuka brankas dan mencuri sebanyak 5 kali hingga total SG$ 13 ribu.

“Terdakwa, yang memasuki kamar korban untuk membersihkannya, mengetahui bahwa brankas itu ditempatkan di dalam lemari. Dia kemudian memutuskan untuk mencuri dari korban. Untuk melakukan hal itu, terdakwa mengawasi setiap kali korban membuka iPad miliknya. Lalu terdakwa menunggu saat dia sendirian di kamar tidur korban sebelum berusaha membuka brankas yang nomor kuncinya sama dengan passcode di iPad korban,” kata Deputi Jaksa Angela kepada Hakim Sarah Tan di sidang.

Setelahnya, Diana menyerahkan uang itu seorang temannya yang juga WNI, yang lantas mengirimkannya ke Indonesia lewat remitansi.

Majikan akhirnya mengetahui perbuatan Diana pada 6 Oktober 2019 dan melaporkannya ke polisi. Namun sidang tak menjelaskan bagaimana caranya majikan mengetahui tindakan kejahatan Diana itu.*

 

Facebook Comments