Dianggap sampah, surat suara dirobek majikan.

0
1590
Surat suara yang dirobek. Foto: Istimewa

Tak paham tentang surat suara pemilihan umum, majikan Lita [bukan nama sebenarnya] merobek surat suaranya.

“Majikan laki-laki saya kurang paham, dia anggap ngga penting, jadi digunting, dibuang ketempat sampah, tutur Lita kepada SUARA, Jumat (22/3/2019).

Surat suara yang rusak ditemukan oleh Lita di tempat sampah rumahnya, menyadari ada logo garuda, surat suara itu dambil olehnya. Peristiwa ini pun disampaikan olehnya kepada anggota keluarga majikan lainnya.

“ini kesalahan majikan laki-laki karena kurang paham, udah dimarahi semua orang, istrinya, kakaknya, bahkan nenek marahi [karena] lancang buang surat.” Katanya Lita.

Lita berencana akan melaporkan surat suaranya yang dirusak kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) pada Minggu (24/3/2019).

Saat ditanya oleh SUARA apakah majikan menerima surat pemberitahuan tentang pemilu 2019, Lita mengaku tidak tau. Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong mengunggah Surat Edaran Nomor 0635/IV/III/2019 Tentang Imbauan Kepada Majikan Pekerja Migran Indonesia Terkait Penyelenggaraan Pemilu 2019 pada Senin (18/3/2019) melalui laman media sosialnya di Facebook.

“KJRI sudah mengeluarkan surat edaran itu, sudah di post di facebook,” kata Ketua PPLN Hong Kong.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah surat edaran itu dikirimkan kepada majikan, Suganda mengatakan tidak tahu, dan dirinya hanya mengetahui surat tersebut sudah diunggah di media sosial.

Kepada SUARA, Jumat (22/3/2019), Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Hong Kong dan Makau, Suganda Supranto mengatakan Lita dapat melapor ke PPLN.

“Bisa lapor ke PPLN, nanti kita dengar laporannya dan akan dicarikan solusinya,” ujar Suganda.

Lita juga berharap masih bisa menyalurkan hak suaranya dan peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran bagi para PMI (Pekerja Migran Indonesia) lainnya.

 

Facebook Comments