Ernawati pergi kerja ke Malaysia secara ilegal, bernasib digebuki majikan

0
154
Ernawati (kiri) kini telah dipulangkan ke kampung halamannya, meski dengan tangan kosong/foto: Yuli Arsa

Maksud hati ingin berjuang sebagai pahlawan devisa ke Malaysia, Ernawati malah jadi korban digebuki majikan dan pulang dengan tangan kosong. Ernawati dipulangkan dengan bantuan organisai Peduli Buruh Migran dan Petugas Desmigratis Banyuwangi, Senin, 4/3/2019. Ernawati akhirnya pulang dalam keadaan kedua kaki bengkak dan jari-jari tangan tak bisa digerakkan.

Ernawati berangkat ke Malaysia hanya berbekal paspor dan masuk dengan visa turis. Ernawati yang buta huruf ini nekat berangkat denga bantuan calo di kampungnya dan ditempatkan bekerja sebagai PRT di Malaysia. Malang nasib Ernawati, majikan kerap membentakinya sehingga dia hanya tahan bekerja 8 bulan. Namun di majikan kedua, Ernawati malah kerap jadi sasaran tinju selama dia bekerja selama 18 bulan di sana. Handphone disita majikan sehingga Ernawati tak bisa menghubungi keluarga di kampung.

Secercah harapan muncul saat seorang PMI yang tinggal di dekat rumah majikan Ernawati, jatuh kasihan dan meminjami handphone untuk menghubungi keluarga di kampung.

Sampai akhirnya tanggal 4 Maret 2019 kemarin, ia bisa dipulangkan ke kampung halaman, meski dalam kondisi fisik terluka, berkat kerjasama organisasi peduli buruh migran SBMI dan Petugas Desmigratif di Banyuwangi.*

Berita dimuat di SUARA edisi Maret Main 2019, terbit 8 March 2019

Facebook Comments