Hakim Labour marahi majikan yang paksa pekerja migrannya bersihkan jendela

0
1233
Screenshoot dari video rekaman Mier, saat pekerja Filipina ini dipaksa membersihkan jendela flat lantai 19 majikannya.

HAKIM Labour Tribunal David Chum memarahi K.T. Ip, majikan yang dituntut karena memaksa pekerja migrannya, Nerie R. Mier, membersihkan jendela flat mereka yang terletak di lantai 19.

Kemarahan hakim ini meledak setelah K.T Ip menyatakan bahwa sebenarnya tak ada masalah antara majikan-pekerja migran ini, dan Mier mengundurkan diri serta bukannya kena pecat gara-gara menolak membersihkan jendela flat rumah majikannya.

“Kamu berbohong di depan sidang,” kata Hakim Chum, dingin.

Kasus Mier kini tengah disidangkan di Labour Tribunal setelah pekerja migran asal Filipina itu dipecat dari pekerjaannya dan hanya diberikan uang HK$ 2.465 untuk segera cabut dari rumah majikan.

Mier dalam pengaduannya menyatakan bahwa pemecatan itu terjadi setelah majikan mengetahui dia telah membuat video rekaman saat dipaksa membersihkan jendela flat majikan yang berada di lantai 19, lalu mengirimkannya ke suami di Filipina.

Suami Mier mengadu ke kantor POLO, yaitu departemen tenaga kerja untuk keluar negeri di Manila dan Pemerintah Filipina mengajukan keluhan tentang hal ini ke Pemerintah HK.

Video ini juga diunggah ke media-media sosial sehingga membuat majikan Mier berang.

Menurut Mier dalam keterangannya di sidang, Majikan lalu memecatnya dan hanya memberi HK$ 2.465. Majikan lantas menyuruhnya meninggalkan flat yang terletak di Repulse Bay itu.

Namun di sidang, Majikan Ip berdalih bahwa Mier sendiri yang mengundurkan diri tanpa pemberitahuan sebulan sebelumnya.

“Kalau dia sendiri yang mengundurkan diri, kenapa (kamu) memberikan (separuh) uang pemberitahuan satu bulan?,” kata Hakim Chum.

Di depan sidang, Majikan Ip menyatakan bahwa uang sebesar HK$ 2465 itu diberikannya kepada Mier, untuk membayar ‘separuh dari uang pemberitahuan satu bulan’.

Uang pemberitahuan satu bulan adalah uang ganti gaji satu bulan yang harus diberikan majikan ataupun pekerja, jika salah satu pihak tiba-tiba memecat atau mengundurkan diri tanpa memberikan surat pemberitahuan satu bulan sebelumnya.

Di sidang, Majikan Ip juga membawa selembar kertas pengunduran diri dalam Bahasa Inggris yang ada tertulis nama Mier pada tempat tanda tangannya.

Namun surat itu justru membuat Hakim Chum semakin berang, dan menuduh Ip berusaha memalsukan tanda tangan Mier.

“Tapi itu bukan tanda tangan! Tempat untuk tandan tangan itu kosong!,” kata Hakim Chum sambil memukulkan tangannya, berang, ke meja.

“Jika tidak ada tanda tangan, artinya tidak ada kesepakatan,” katanya lagi.

Mier menuntut Ip ke Labour Tribunal sebesar HK$ 10,500 untuk pembayaran satu bulan gaji pemberitahuan, uang makan dan uang saku selama di perjalanan.*

Facebook Comments