Hidup yang bertumbuh dan menghasilkan buah

0
452
Foto hanya ilustrasi

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri- duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” “Mengapa kamu berseru kepada- Ku:Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:43-46)

Kebenaran yang sangat sederhana, yang Yesus berikan kepada kita, namun sering kita lupakan sehingga berulang kali kita tertipu dan kecewa terutama pada saat kita mencari orang yang dapat dipercaya, atau orang Kristen bahkan kepada hamba Tuhan sekalipun.

Yesus sedang mengajarkan tentang bagaimana seharusnya kehidupan seorang murid Yesus, yaitu kehidupan yang berbuah. Buah berbicara mengenai apa yang dihasilkan. Sebab dari buahnyalah pohon itu dikenal. Sebagai orang awam saya tidak mengerti berbagai jenis pohon tapi mudah buat saya untuk mengenali pohon yang saya lihat kalau ada buah dipohon itu.

Kita terpesona dengan pohon tanpa memperhatikan ada buahnya atau tidak? Atau buah apa sebenarnya dihasilkan? Bisa saja seorang yang rajin datang kebaktian atau ke gereja (meskipun itu penting!) dan pandai bersilat lidah, selalu yang rohani keluar dari mulutnya namun yang harus diperhatikan adalah apakah ia melakukan kehendak Bapa di sorga? Apakah orang itu melakukan firman Tuhan? Bagaimana pada saat dia harus mengampuni, menghormati suami, mengasihi istri, membawa persembahan persepuluhan, dll).

Ada beberapa hal yang kita bisa pelajari bersama saat ini :

  1. Pertobatan adalah untuk menghasilkan buah perbuatan yang benar dan menjadi berkat.

Tetapi mula- mula aku memberitakan kepada orang- orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa- bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan- pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. (Kisah 26:20)

Pertobatan dalam Bahasa Yunani adalah “Metanoia”, artinya mengalami cara berpikir.

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak- anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan- perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa- apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan- perbuatan itu. (Efesus 5:8-11)

Jadi sesungguhnya tujuan dari keberadaan kita sebagai orang-orang yang bertobat, yaitu yang percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, yang sudah menerima Dia dan dilahirkan kembali adalah menghasilkan buah, bukan hanya bertumbuh.

Bertumbuh tanpa berbuah tidak ada gunanya. Contohnya sama seperti pergi kesana kemari mengejar berkat tetapi tidak pernah memberkati orang lain.

Hidup keKristenan kita baru berarti ketika kehidupan kita dapat menghasilkan buah dari pertobatan kita. Untuk hidup kita dapat berbuah, maka kita perlu bertumbuh terlebih dadulu. Tetapi semua yang bertumbuh belum tentu menghasilkan buah! Artinya, tujuan hidup kita adalah disaat pemberian kita dan bakat kemampuan kita memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar kita.

Ada sebuah kesaksian bagaimana ada rekan-rekan yang hidupnya diubahkan oleh Tuhan Yesus, yang dahulu sebelum bertobat, mereka suka berpesta, terikat dengan pergaulan bebas, narkoba, dan tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas, setelah mereka menerima Tuhan Yesus dan bertobat, mereka sadar bahwa Tuhan telah memberikan berkat dan talenta kepada mereka, sehingga dalam beberapa bulan terakhir ini mereka pergi ke tempat-tempat dimana banyak orang yang hidupnya merana, tidak ada yang peduli, dan di tempat tersebut mereka berbagi kasih dengan cara memberi makanan, memberi pelatihan-pelatihan dan mendoakan. Mereka bergerak bersama menghadirkan Kasih yang telah mereka terima dari Tuhan Yesus, kepada orang-orang di sekeliling mereka dalam sebuah gerakan yang disebut I CARE.

  1. Di saat kita belajar untuk bertumbuh dan berbuah, maka Anda akan terhindar dari dosa.

Mengapa demikian? Sebab pada saat kita fokus untuk hidup berbuah dan menjadi berkat, maka kita tidak ada akan “menganggur” dan perhatian kita tidak akan tertuju pada dosa.

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini:

”Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu:Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu:Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Lukas 13:6-9)

 

Dari ayat ini kita menjumpai bahwa bertumbuh itu untuk diri sendiri, tetapi berbuah itu untuk keuntungan dan kebaikan orang lain. Buah itu untuk dinikmati, oelh pihak lain, bukan untuk pohon itu sendiri.

Dalam melayani Tuhan, kita akan berbuah kalau kita berhasil mengalihkan perhatian dari diri kita sendiri dan terfokus kepada bagaimana caranya untuk melayani Tuhan dan umat-Nya dengan sebaik mungkin.

Untuk pohon menghasilkan buah merupakan suatu beban tersendiri, semakin banyak pohon itu berbuah, maka semakin berat beban yang harus dipikul namun pohon itu semakin disenangi, dipelihara dan dilindungi. Dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan, orang yang berbuah akan disenangi, dipelihara dan dilindungi.

  1. Dalam setiap buah, ada benih yang dapat menghasilkan pohon-pohon yang baru yang dapat menghasilkan buah yang sama.

Artinya adalah kalau seseorang menikmati buah dari perbuatan baik kita maka orang tersebut bukan hanya menikmati buahnya tetapi juga menerima benih, dimana suatu waktu nanti ia dapat berbuat kebaikan yang sama untuk orang lain berikutnya.

Maukah kita mengerti kehendak Tuhan?

Kehendak Tuhan adalah untuk kita berbuah, mempunyai kehidupan yang bisa dinikmati oleh orang lain.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting- rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa- apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman- Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa- Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid- murid- Ku. “ (Yohanes 15:5-8)

Jadi pohon kehidupan kita adalah akibat dari kita tinggal di dalam Yesus dan Dia di dalam kita.

  1. Untuk berbuah sebuah pohon harus tertanam, sebab tidak ada pohon yang jalan-jalan dapat berbuah.

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. (Mazmur 92:13-16)

Apabila pohon tidak terus tertanam di tanah yang telah ditetapkan, maka pohon tersebut justru bisa mati, dan tidak mungkin bertumbuh, serta tidak mempunyai kesempatan untuk berbuah.

Tinggal di dalam Yesus dan tertanam di dalam sebuah gereja lokal adalah sebuah wadah yang sangat baik untuk kita bertumbuh dan berkesempatan berbuah. Mungkin sebuah gereja kelihatan tidak sempurna tetapi percayalah didalamnya banyak “vitamin” rohani yang penting buat pohon kehidupan kita bertumbuh dan berbuah. Lewati semua proses dan tetap bertahan dalam sebuah gereja lokal untuk berakar kuat.

“Dari buahnyalah pohon itu dikenal, dari perbuatan kitalah kita dikenal sebagai pengikut Yesus atau bukan.”

Penulis adalah Gembala Jemaat di GBIC BIC Hong Kong

Artikel Renungan Rohani Kristen dimuat di SUARA edisi June Main 2019, terbit 6 Juni 2019

Facebook Comments