Hobi Bikin Kue Bisa Menjadi Peluang Raih Rupiah di Kampung

0
575
Peserta kelas baking di CRC-MTC, Minggu (6/1/2019). Foto: Ananda Bayu

CRC MTC (The Chinese Rhenish Church Mission Training Centre), membuka kelas pelatihan baking untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang memiliki hobi membuat kue, dari tingkat kesulitan biasa, menengah dan khusus di Sham Shui Po, Minggu (6/1/2019). Setiap kelas, jumlah peserta dibatasi, agar bisa belajar secara  maksimal, dan diharapkan kelak bisa membuka usaha dari hobinya ketika pulang ke tanah air.

“Kami membuka kelas baking, ingin memfasilitasi teman-teman yang hobi baking, dan menyalurkan hobinya menjadi rupiah, dengan membuka usaha di Indonesia nanti. Kelasnya dibagi, agar tidak terlalu banyak anak, supaya semua bisa hands on (memegang bahan) dan praktek bersama supaya maksimal”, tutur Yessi konselor CRC MTC khusus migran kepada SUARA, Minggu (6/1/2019).

Dengan kelas ini diharapkan, para peserta berani menampilkan hasil karyanya. Karena kebanyakan sudah bisa membuat kue sederhana namun keterbatasan di tempat kerja, seperti majikan yang tidak mengijinkan ataupun peralatan yang terbatas sehingga tidak bisa mengembangkan kemampuannya itu.

“Kita ingin memotivasi mereka, untuk belajar berani menampilkan hasil karya mereka. Kadang sudah ada yang bisa, tapi di rumah majikan tidak bisa bikin, nah disini bisa bikin,” kata Yessi.

Setiap kelas maksimal 10 orang dan dibagi berdasarkan tingkat kesulitan pelajaran dan pengalaman. Karena peminat dasar banyak, maka kelas di bagi dua. Durasi belajar tergantung tingkat kesulitan kue, seperti kue ultah biasa cukup 2-3 jam.

“Durasi belajar tergantung kesulitan kue, ada 2-3 jam dan ada juga sampai 4 jam, hari ini belajar buat kue ultah yang simpel atau paling mudah bisa dibuat.” imbuhnya.

Menurut Yeyen, PMI asal Blitar, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, ilmunya bisa dipraktekkan untuk pribadi maupun untuk membuka usaha setelah tidak bekerja di Hong Kong.

“Happy sekali bisa belajar baking di CRC MTC, bikin kue ultah. Ilmunya sangat bermanfaat, bisa dipraktekkan di Indonesia, bisa buat kue sendiri untuk keluarga, kalau bisa malah buka usaha, walaupun kecil-kecilan”, kata Yeyen setelah selesai kelas baking, Minggu (6/1/2019).

Facebook Comments