Januari dan Desember 2018, 2 PMI buang bayi di Hong Kong

0
459
Foto hanya ilustrasi

KEJADIAN PMI membuang jabang bayi ussia 5 bulan di Tsz Wan Shan Mall di Kowloon pada awal Desember 2018, bagai mengulang pola yang sama saat pada Januari tahun ini, saat seorang PMI lain yang berusia 32 tahun juga ditahan polisi atas tuduhan melakukan aborsi kandungannya yang berusia 8 bulan di kamar mandi di Kowloon Bay.

“Himbauan saya, supaya WNI di Hong Kong pandai-pandai memilih teman dan lingkungan dalam bergaul. Jika ada permasalahan pribadi agar share kepada keluarga atau teman di HK untuk bersama mencari solusi permasalahan,” kata Konsul Jenderal Tri Tharyat kepada SUARA, Selasa, 4/12/2018.

Pada Sabtu, 1/12/2018, seorang PMI usia 31 tahun ditahan polisi dari rumah majikannya dekat pusat perbelanjaan Tsz Wan Shan berdasarkan bukti rekaman CCTV, yang menunjukkan PMI tersebut membuang bungkusan yang mencurigakan di dekat toilet umum di plaza tersebut.

Bungkusan tersebut ternyata berisi jabang bayi berusia sekitar 8 bulan dan saat dibawa ke Rumah Sakit Kwong Wah, dinyatakan telah tak bernyawa. PMI tersebut ditahan atas tuduhan menyembunyikan kelahiran anak dan diperbolehkan pulang setelah membayar jaminan. Jika kasus PMI tersebut naik ke pengadilan dan dinyatakan bersalah, PMI tersebut dapat masuk penjara maksimal 2 tahun.

Jessica Chow dari PathFinders menyatakan sebenarnya PMI tersebut bisa datang mendapatkan pertolongan atas masalah yang dihadapi kepada organisasi non laba ini. “Kenyataannya adalah kematian bayi laki-laki itu sebenarnya mungkin bisa dihindari jika sang calon ibu mendapatkan informasi dan perhatian yang tepat. PathFinders menghimbau para pekerja migran yang merasa dirinya hamil untuk datang sedini mungkin untuk minta nasihat,” kata Chow kepada SUARA.

Hamil di luar nikah ataupun hamil saat masih bekerja sebagai pekerja rumah tangga migran di Hong Kong bukanlah perbuatan yang melanggar hukum. Bahkan Hukum Anti Diskriminasi Hong Kong melarang majikan memutuskan kontrak karena pekerjanya itu hamil.

“Pesan kami kepada para pekerja rumah tangga yang mengalami kehamilan tak direncanakan dan tidak tahu harus berbuat apa- jangan putus asa. Jika kamu merasa kamu hamil, tolong telepon kami,” kata Chow.*

Artikel dimuat di SUARA December Main 2018, terbit 7 Desember 2018

 

 

Facebook Comments