JBMI, LiPMI dan GAMMI kumpulkan zakat HK$ 19.112

0
124
Para PMI penerima zakat/foto oleh: Aliq Nurmawati

Gabungan Migran Muslim Indonesia di HongKong (GAMMI-HK), menggandeng,  Liga Pekerja Migran Indonesia (LiPMI), dan juga Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) pada Minggu (2/6/2019) menyelenggarakan acara buka bersama dan penyerahan zakat.

“Zakat hari ini mendapatkan HKD$ 19.112 dan selain itu, masih ada sumbangan baju baru, dan juga makanan untuk berbuka ini juga sumbangan dari kawan-kawan JBMI dan non JBMI. Total keseluruhannya itu ada 350 kotak nasi, meskipun sebenarnya kami menargetkan 500. Tapi ya, berhubung ada kendala hujan, jadi yang hadir pun, juga tak keseluruhan. Kurang-lebihnya ya, 350-an juga,” kata Rosidah, Ketua GAMMI kepada SUARA.

Acara yang telah dimulai dari pukul 15:00 di Lapangan Sepak Bola, Victoria Park, Causeway Bay, itu, terpaksa harus terjeda sesaat karenakan cuaca yang kurang bersahabat dengan hujan yang mengguyur. Namun, setelah jeda yang lumayan lama dan hujan masih juga belum mereda, akhirnya mereka berpindah ke bawah jembatan layang, dekat laut, Causeway Bay.

Rosidah menyatakan bahwa uang dari zakat tersebut dibagikan kepada 15 PMI yang saat ini sedang menghadapi kasus labour dan menginap di beberapa shelter, dengan per-orangnya mendapat HK$150. Jadi, totalnya HK$2.250 untuk para PMI berkasus. Sementara sisanya disumbangkan ke beberapa organisasi yang ada di Indonesia dan untuk biaya operasional shelter MFMW atau yang biasa disebut dengan Bethune House.

Menurut Rosidah, GAMMI, LiPMI dan JBMI mengadakan buka bersama hari itu dengan tujuan untuk mendorong para PMI di Hong Kong untuk lebih Bersatu dan mempererat tali silahturahmi antara anggota JBMI. “Pesan saya kepada teman-teman semuanya yaitu mari terus membangun organisasi, dan menyadarkan kawan-kawan yang belum berorganisasi supaya bergabung dengan organisasi. Karena dengan adanya organisasi, otomatis persatuan antara PMI akan lebih kuat. Dan siapa lagi yang bisa mempertahankan persatuan ini? Kecuali berawal dari diri kita masing-masing juga.Dan harapan saya setelah Ramadan taun ini; semoga lebih baik dari tahun kemarin, karena Ramadan telah menggembleng kita selama satu bulan penuh,” kata Rosidah.

Adapun kelima belas PMI berkasus yang mendapat zakat fitrah hari itu antara lain tinggal di 4 shelter di Hong Kong yaitu di shelter Bethoun House, shelter Sheung Wan, dan shelter KKHIK. Mereka tak hanya mendapatkan zakat fitrah saja, tetapi juga bingkisan, baju baru, dan mukena.

“Karena mereka ini tidak diperbolehkan atau tidak diizinkan untuk mencari pekerjaan oleh imigrasi HongKong. Sementara mereka butuh biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga butuh biaya untuk transportasi ke Imigrasi, ke labour dan sebagainya. Jadi kami semua sangat menyadari hal ini,” kata Rosi.

Acara hari itu diselenggarakan oleh GAMMI yang merupakan gabungan dari 19 organisasi, LiPMI yang terdiri dari 12 organisasi,   dan JBMI yang merupakan adalah gabungan dari beberapa aliansi.*

Artikel dimuat di SUARA edisi June Main 2019, terbit 6 Juni 2019

Facebook Comments