Kabar Hasil Perhitungan Suara di Luar Negeri adalah Hoax

0
1278
Gedung KPU. Foto: Istimewa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan kabar hasil penghitungan suara luarngeeri untuk pilpres 2019 adalah Hoax atau kabar bohong. Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menyatakan abahwa penghitungan suara luar negeri akan dilaksanakan pada 17 April 2019 secara serempak.

“Kabar tntang perolehan suara pemilu di luar negeri yang beredar luas di masayarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hasyim dalam siaran medianya, Rabu (10/4/2019).

Hasyim menjelaskan bahwa jadwal pelaksnaan pemungutan suara di luar negeri dilaksanakan pada periode 8-14 April 2019, sesuai dengan keputusan KPU Nomor 644 tahun 2019 tentang early voting (pemungutan suara lebih awal).

Sebelumnya telah beredar kabar tentang hasil perhitungan suara luar negeri. Di Arab Saudi, misalnya, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 25,6 persen; sedangkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga memperoleh 65,4 persen. Keunggulan Prabowo-Sandiaga juga disebut terjadi di Yaman, Belgia, Jerman, Amerika, Ukraina.

Hasyim menambahkan hasil penghitungan perolehan suara pemilu luar negeri yang dilakukan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.

“Bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu LN, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi (real count) yang dilakukan oleh PPLN dan KPPSLN,” kata Hasyim.

KPU menegaskan pemungutan suara di luar negeri yang telah dan sedang berjalan, yakni pada Senin, 8 April 2019 di Sana’a, Yaman; Selasa, 9 April 2019 di Panama City dan Quito. Di Bangkok dan Songkhla juga sudah diadakan pada  Rabu, 10 April 2019. “Selain jadwal tersebut kegiatan pemungutan suara di LN belum dilaksanakan,” ungkap Hasyim.

Facebook Comments