Kakek asal Filipina jualan rokok ilegal 29 ribu batang

0
663

SEORANG kakek asal Filipina berusia 72 tahun ditangkap petugas Bea Cukai di Quarry Bay, karena ketahuan berjualan rokok ilegal. Petugas menemukan sekitar 29.160 batang rokok merek Marlboro, Hope, Fortune, dan Capri yang disimpan di flat si kakek.

Hakim Peter Law dari Pengadilan Eastern memberi vonis 2 bulan penjara yang ditunda untuk satu tahun. Ini artinya, kakek ini hanya akan masuk bui jika dalam 12 bulan ke depan dia ditemukan melakukan pelanggaran hukum apapun di Hong Kong.

“Jauhi masalah selama 12 bulan ke depan atau kamu masuk bui,” kata Hakim Law di ruang sidang.

Jaksa menyatakan bahwa petugas yang menyamar sengaja mendatangi flat si Kakek di Quarry Bay sekitar pukul 3:28 pada 18/12/2018.

Petugas menemukan si Kakek bersama barang dagangannya yang disimpan di sebuah kotak di sebelah tempat tidurnya. Di kotak itu terdapat 8800 batang rokok ilegal.

Rokok tersebut dikategorikan sebagai rokok ilegal karena dibawa masuk dan diperjualbelikan di Hong Kong tanpa membayar cukai sebagaimana ekspor rokok legal lainnya.

“Terdakwa mengakui dia akan menjual rokok-rokok ilegal itu. Temannya di Filipina mengirim rokok-rokok itu kepadanya dan dia tahu kalau rokok itu tak bayar cukai,” kata Jaksa.

Petugas Bea Cukai kemudian menggeledah seluruh flat si Kakek dan menemukan sekitar 20.360 batang rokok ilegal lainnya.

Kepada petugas, si Kakek mengaku bersalah dan mengatakan berjualan rokok ilegal untuk menghidupi dirinya. Kakek ini tinggal di HK bersama istrinya, dan pasangan ini sama-sama pensiunan dan tidak bekerja. Dia berjualan rokok itu untuk menghidupi dirinya.

Berdasarkan hukum HK, penumpang berusia 18 tahun ke atas hanya diperbolehkan membawa masuk 19 batang rokok ke HK tanpa harus bayar bea cukai. Jika lebih dari 19 batang, penumpang itu akan dikenai cukai sebesar 1000 per batang.

Facebook Comments