Kampanye lewat media sosial itu boleh, asal…

0
134
Foto : Bawaslu

MARAKNYA para pendukung caleg maupun capres berkampanye lewat media sosial terutama facebook, mengundang pertanyaan besar, apakah hal ini diperbolehkan atau tidak secara hukum? Ketua Panwaslu Hong Kong dan Macau, Fajar Kurniawan menjawabnya dengan kembali berdasarkan undang-undang dan peraturan pemilu.

“Berdasarkan UU No 7 tahun 2017 tentang PKPU dan Peraturan Bawaslu No 28 tentang Kampanye Pemilu 2019, kampanye lewat sosial media itu diperbolehkan asal isinya jangan sampai menebar kebencian, menuduh, mengancam atau menebar hoax,” kata Fajar menjawab pertanyaan SUARA, Selasa, 19/3/2019.

Menurut hukum tersebut, kampanye lewat media sosial ini dapat dilakukan melalui akun mana saja (tidak harus terdaftar resmi di Kominfo Indonesia) selama isinya tidak mengandung hoax, atau penghinaan terhadap suku, agama, ras dan antar golongan tertentu.

Jika menemukan adanya pelanggaran isi kampanye yang seperti demikian, masyarakat dapat melaporkannya langsung ke Bawaslu pusat di Jakarta, yang tata cara pelaporannya dapat dilihat di http://pl.bawaslu.go.id

Fajar mengingatkan bahwa masa tenang untuk kampanye di Hong Kong dan Macau dimulai 11 Maret 2019 hingga 14 Maret 2019.*

Artikel dimuat di SUARA edisi Maret Mid 2019, terbit 22 Maret 2019

Facebook Comments