Kasus pengeroyokan siswi SMP di Pontianak, KPAI minta hormati proses hukum

0
420
Tiga tersangka pengeroyokan AD (14), siswi SMP di Kota Pontianak, bersama temannya menyatakan permintaan maaf dan mengakui perbuatannya di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019). Foto: KOMPAS.com/HENDRA CIPTA

Semua pihak diminta untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait kasus pengroyokan siswi SMP di Kota Pontianak.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto dalam keterangan tertulisnya.

“Kami berharap semua pihak menghormati proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh kepolisian, sehingga tidak terjadi persepsi yang salah terkait pelaku maupun korban,” kata Susanto, dikutip dari kompas.com, Kamis (11/4/2019).

Sebelumnya peristiwa ini telah menyulut protes warga masyarakat yang berujung 2 juta orang melakukan petisi untuk menuntut penegakan hukum terhadap pelaku.

Para pelaku juga sempat meminta maaf melalui siaran pers yang dilaksanakan pada Rabu (10/4/2019) di Mapolresta Pontianak.

“Saya salah satu dari terduga pelaku 2 orang ini. Saya meminta maaf kepada korban dan keluarga korban. Dan kalian semua harus tau di sini saya juga korban karena saya sekarang sudah dibully, dicaci, dimaki dan diteror padahal kejadian tidak seperti itum” ujar salah satu pelaku, dikutip dari Tribun Pontianak, Rabu (10/4/2019).

Susanto juga menyampaikan , dalam kasus ini kepolisian telah menetapkan 3 orang siswi sebagai tersangka. Ketiganya berinisial FZ alias LL (17), TR alias AR (17) dan NB alias EC (17). Ketiganya dikenakan Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun enam bulan.

Facebook Comments