Kejadian Penangkapan Ketum PPP menurut Ketua DPW PPP Jatim

0
91
Foto: dok PPP

Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafa Noer mengatakan lokasi penangkapan Ketua Umum PPP bukan di Kanwil Kemenag Jatim, Sidoarjo.

“(Penangkapan) Bukan di Sidoarjo, itu salah beritanya, jadi perjalanan konsolidasi Rommy ke Jatim itu dua hari mulai hari Rabu dan Kamis. Rabu di Malang raya, Kamis di Blitar dan kabupaten Kediri,” ungkap Musyafa saat dihubungi di Surabaya, Jumat (15/3/2019).

Usai melakukan sejumlah kegiatan di Blitar jelas Musyafa, semalam Rommy menginap di Hotel Bumi Surabaya. Dia juga mengatakan peristiwa penangkapan Rommy sekitar pukul 08.00 WIB.

“Kemudian tadi malam, bermalam di Surabaya di Hotel Bumi Surabaya. Peristiwanya (penangkapan KPK) tadi pagi sekitar jam 8,” tambah Musyafa.

Keterangan Musyafa senada dengan Humas Kanwil Kemenag Jatim, Markus, membantah OTT KPK terhadap Ketum PPP Romahurmuziy dilakukan di kantor Kanwil Kemenang Jatim Jalan Juanda, Sidoarjo. Sebab, pagi tadi seluruh staf tengah mengikuti senam dan kerja bakti.

“Kami pastikan, tidak ada penangkapan siapapun di kemenag, di kanwil maupun di Sidoarjo,” kata Markus saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (15/3/2019).

Pria yang juga Kepala Sub Bagian Informasi ini menyakinkan jika pagi tadi seluruh satf kanwil dan pejabat lain mengikuti senam dan bersih-bersih tiap hari Jumat. “Kami tadi bersama pak kanwil ikut senam dan aman-aman saja. Tidak ada penangkapan apapun,” tambanya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan salah satu satpam Kanwil Kemenag Jatim, Arifin. Dia mengaku samas sekali tidak mengetahui jika ada OTT KPK.

“Sejak tadi pagi aman-aman saja. Tidak ada ramai-ramai KPK atau apapun,” kata Arifin.

Dari penuturan seorang saksi yang mengetahui peristiwa itu, penangkapan dilakukan tim KPK sekitar pukul 08.00 Wib, Jumat (15/3/2019).

Dilaporkan oleh detikcom, Jumat (15/3/2019), menurut saksi yang bertugas sebagai penjaga JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) Basuki Rahmat, saat itu dia mekihat ada beberapa orang yang keluar dari tempat parkir di samping kiri hotel.

“Jam 8-an ada orang keluar dari hotel. Keluar dari lobby. Ada rame-rame gitu,” kata saksi mata.

Saksi yang enggan disebut namanya tersebut mengatakan, dari lokasinya yang berada di seberang jalan terlihat ada dua orang yang ditangkap. Sementara itu, ada kurang lebih lima orang yang melakukan penangkapan.

Dia menyebut saat ditangkap, salah satu orang tersebut dipegang kedua tangannya. Sementara satu orang lainnya terlihat dikekep atau lehernya dikalungi tangan. Namun beberapa orang yang menangkap tersebut tidak memakai seragam kepolisian.

“Ada dua orang yang ditangkap. Satunya dikekep, satunya dipegang tangannya gitu. Ada rame-rame orang tapi ndak pakai seragam,” lanjutnya.

Selain itu, saksi tersebut juga melihat beberapa orang yang menangkap, sambil membawa selembar kertas HVS putih. Dia menduga bisa saja itu surat penangkapan.

“Dua orang ini dikejar sama kurang lebih lima orang. Ada salah satu yang bawa kertas (bisa jadi surat OTT),” imbuhnya.

Sementara, Direktur Sales dan Marketing Hotel Bumi Surabaya Endah Retnowati membenarkan jika Ketum PPP Romahurmuziy saat itu memang menginap di Hotel Bumi. Namun pihaknya sama sekali tidak mengetahui soal penangkapan yang dilakukan oleh KPK.

“Saya tidak tahu detailnya. Dan saya tidak bisa memberikan informasi apapun karena saya tidak tahu kejadiannya. Betul, Pak Romi memang menginap di Hotel Bumi Surabaya,” kata Retno kepada detikcom melalui sambungan telepon.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari KPK soal lokasi pasti penangkapan Ketum PPP Romahurmuziy, yang juga dewan penasihat TKN Capres nomer 01.

Facebook Comments