Kemendag cari distributor khusus UKM Indonesia untuk rambah pasar Hong Kong

0
148
Konsul Perdagangan Iqbal Siffan Sofwan

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendaf) melalui Konsul Perdagangan di KJRI Hong Kong berencana menemui perusahaan-perusahaan Hong Kong untuk mencari patner usaha yang bersedia menjadi distributor khusus produk-produk Usaha Kecil Menengah dari Indonesia.

“Kemungkinannya, kita mau coba membentuk konsorsium khususnya untuk membantu pemain-pemain usaha menengah ke bawah memasuki pasar di Hong Kong ini, karena kalau pemain-pemain besar tidak butuh bantuan lagi. Tapi kalau pengusaha-pengusaha menengah kecil mereka butuh distributor yang di Hong Kong yang memang khusus menjual produk-produk Indonesia, tapi pertanyaannya sekarang adalah siapa yang mau menjadi perusahaan itu? Ini yang sedang kita usahakan dalam beberapa bulan ini,” kata Konsul Perdagangan Ramadhan Iqbal Shoffan Shofwan kepada SUARA, ditemui di pameran makanan internasional The Belt and Food International Expo di Asia Expo, Senin, 11/6/2019.

Menurut Iqbal, Kemendag saat ini sedang mendekati para pengusaha Hong Kong untuk menawarkan kesempatan menjadi distributor produk-produk UKM Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan akan dapat menekan harga produk Tanah Air akan dapat bersaing dengan produk China.

“Barang-barang Indonesia itu bagus tapi harga yang jadi masalah karena kurang bersaing kalau dibandingkan dengan China, misalnya untuk tisu, harga retail dari China Rp 100 rupiah, sementara harga tisu yang mau berangkat dari Tanjung Priok saja sudah Rp 1000 misalnya nah ini yang harus kita pikirkan bersama,” kata Iqbal.

Sementara Siem Dwiatmoko Setiono dari Coco Spread dari Indonesia, yang ikut berpameran di Asia Expo hari itu juga mengeluhkan mahalnya jalur distribusi untuk pengusaha menengah ke bawah dari Indonesia, yang membuat harga-harga produk Indonesia tidak mampu bersaing dalam jumlah besar di pasar Hong Kong.

“Pasar kalau saya lihat sih responnya bagus yah. Cuma distributornya itu minta untungnya banyak jadi harganya dijual mahal, masak minta untungnya sampai 200 persen jadi produk saya nggak bisa dijual murah, padahal yang paling penting selain kualitas adalah harganya yang bersaing,” kata Siem.

Mewakili para pedagang usaha menengah dan kecil, Siem menyampaikan harapannya agar Pemerintah Indonesia dapat mencarikan patner bisnis di Hong Kong berupa perusahaan lokal yang bersedia menjadi pemasok barang-barang mereka secara professional ke kota ini. “Jadi bukan hanya barang kita saja, tapi juga banyak barang-barang lainnya supaya minta untungnya tidak sampai nekan banget, “ kata Siem.

Menurutnya, menjalin kerjasama dengan perusahaan distributor Hong Kong akan sangat membantu pengusaha-pengusaha kecil menengah Indonesia memiliki jalur distribusi ke kota ini sehingga produk Indonesia pun dapat bersaing sama seperti produk-produk Vietnam dan Malaysia.*

Artikel dimuat di SUARA cetak edisi Juni Mid 2019, terbit 24 Juni 2019

Facebook Comments