Malu itu bagian iman

0
544

Pada dasarnya wanita itu pemalu, yakni yang suka menjauhkan diri dari sesuatu yang tidak pantas dilakukan baik secara hukum agama maupun aturan dunia. Nabi (saw) adalah teladan yang tertinggi dalam hal malu, seperti diriwayatkan Abu Said al-Khudri mengenai beliau:” Rasulullah (saw) lebih pemalu daripada perawan yang bersembunyi di kamarnya. Bila beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya, kita akan tahu walaupun hanya dari air muka beliau.”

Nabi (saw) sangat memuji sikap pemalu dalam sejumlah hadis, dan menjelaskan bahwa ini merupakan kebaikan yang amat murni, baik bagi orang yang memiliki moralitas ini dan bagi masyarakat tempat ia tinggal.

Imran bin Husain berkata:” Nabi (saw) bersabda:” Pemalu tidak akan membawa apa-apa kecuali kebaikan.” Menurut sebuah riwayat dari Muslim, beliau bersabda:” Malu itu baik.” Dalam hal ini, Abu Hurairah berkata bahwa Nabi (saw) bersabda:” Keimanan memiliki tujuh puluh cabang. Yang paling besar adalah mengucapkan Laa ilaaha illallah, dan yang paling kecil adalah mengambil sesuatu yang membahayakan dari jalan. Malu adalah salah satu cabang keimanan.”

Wanita Muslimah itu wajib memiliki sifat malu, sopan santun, lembut dan peka terhadap perasaan orang lain. Ia tidak pernah mengatakan atau melakukan sesuatu yang dapat melukai perasaan orang lain atau merendahkan harga diri mereka.

Sikap pemalu yang berakar dari hati-nuraninya serta didukung oleh pemahamannya terhadap konsep Islam mengenai malu, maka ia akan terhindar dari melakukan kesalahan atau pelanggaran ajaran Islam dalam bergaul dengan orang lain. Ia tidak hanya merasa malu di depan orang, tetapi juga merasa malu di hadapan Allah. Ia berhati-hati untuk tidak membiarkan keimanannya tercemari perbuatan yang salah, karena malu adalah salah satu dari cabang keimanan.

Ini adalah tingkat tertinggi yang dapat dicapai oleh wanita yang pemalu. Dengan demikian, ia berbeda dengan wanita non-beriman yang telah kehilangan sifat malunya.

Semoga kita semua termasuk golongan yang memiliki rasa malu sehingga derajat kita diangkat Allah (swt) ke tingkat yang lebih tinggi.

Facebook Comments