Mantan pekerja rumah tangga berhasil jadi 5 finalis top Miss Universe

0
1703
Foto:Phillipine Star

KONTES kecantikan ratu sejagad Miss Universe 2018 memunculkan banyak sosok yang mengagumkan. Salah satunya adalah Miss Vietnam 2018, H’Hen Nie, yang berhasil menarik simpati banyak orang sekalipun tak berhasil memenangkan mahkota ratu kecantikan tersebut.

Miss Vietnam 2018 H’Hen Nie menjadi inspirasi karena berasal dari keluarga miskin di sebuah desa di Vietnam, namun mencapai keberhasilan karena berani bekerja keras dengan usahanya sendiri.

“Pada usia 14 tahun, saya disuruh orang tua untuk mencari suami, tapi saya menyatakan kalau saya tidak dapat mencari suami saat itu karena saya ingin mewujudkan mimpi-mimpi saya,”  kata H’Hen Nie dikutip media Rappler.

H’Hen Nie berasal dari Desa Rade yang miskin di Vietnam dan sudah umum untuk anak-anak gadis di sana menikah muda karena desakan ekonomi. Namun H’Hen Nie kukuh menolak dan nekat berangkat ke Kota Ho Chi Minh, sekalipun berarti dia harus banting tulang menjadi pekerja rumah tangga agar bisa sekolah hingga perguruan tinggi. H’Hen Nie terus bekerja sebagai pekerja rumah tangga sampai dia lulus menjadi sarjana ekonomi.

H’Hen Nie berasal dari 6 bersaudara dari orang tua yang bekerja sebagai petani di desa miskin di Vietnam. Namun kegigihannya membuat H’Hen Nie berhasil menjadi Miss Vietnam pertama yang masuk jadi 5 finalis besar Miss Universe 2018.

Sampai saat inipun, orang tua H’Hen Nie masih menjadi petani di desa kelahirannya itu.

Selain latar belakang H’Hen Nie yang sederhana ini, Miss Vietnam 2018 tersebut berani tampil beda di antara banyak finalis Miss Universe lainnya. H’Hen Nie tampil dengan rambut pendek, dan baju yang diinspirasi dari baju tradisional Vietnam.

Uang yang dimenangkannya dari kontes kecantikan Miss Vietnam 2018 pun tidak disimpannya sendiri. H’Hen Nie menyumbangkannya agar para anak di Vietnam dapat terbebas dari buta huruf.

H’Hen Nie juga menyumbangkan uang yang didapatkannya dari Miss Universe sebesar US $ 43,000 untuk donasi yang sama yaitu untuk program “Room to Read”.

Room to Read adalah organisasi sosial yang melakukan berbagai program untuk memberantas buta huruf dan menyekolahkan anak-anak gadis di Vietnam, agar mereka jangan sampai dipaksa kawin muda karena orang tua tak lagi sanggup menyekolahkan.

Facebook Comments