Masalah overstay dan ditelantarkan agen jadi kasus terbanyak PMI di Macau

0
1350
Konsul Jenderal Tri Tharyat saat diwawancarai SUARA di kantor KJRI Macau, Sabtu, 23/2/2019.

MASALAH terbesar yang dihadapi para PMI di Macau bukanlah masalah ketenagakerjaan dengan majikan, namun lebih kepada masalah overstay visa dan ditelantarkan agen. Sepanjang tahun 2018 dan 2017, KJRI Macau mendata jumlah pengaduan kasus terbesar tetap berputar kepada masalah overstay, yaitu sejumlah 20-30 persen dari total kasus yang dilaporkan ke KJRI Macau. Sementara kasus kedua terbesar adalah karena ditelantarkan agen.

“Itu hanya jumlah kasus overstay yang dilaporkan ke KJRI saja, saya percaya jumlah sebenarnya lebih besar daripada ini, karena biasanya kasus-kasus overstay ini akan dicoba ditangani dulu oleh agennya, yang biasanya juga agen Hong Kong, kalau sudah menemui jalan buntu, barulah mereka akan membawa anak tersebut ke KJRI Macau ini,” kata Konsul Jenderal Tri Tharyat kepada SUARA, di kantor KJRI Macau, Sabtu, 23/2/2019.

Konjen Tri Tharyat menjelaskan, pasar ketenagakerjaan pekerja migran di Macau bersifat bebas dan tidak seperti di Hong Kong, di mana ada keharusan campur tangan KJRI dan Departemen Labor.

Di Macau, kontrak kerja murni dianggap sebagai privasi antara pekerja dan majikan sehingga KJRI pun kerap kesulitan memonitor dan menekan jumlah overstay PMI jika visa kerja tidak keluar.

“Di Macau sini pasar kerjanya lebih bebas, kontrak kerja majikan dengan pekerja itu murni privasi jadi tidak ada campur tangan pemerintah, kadang-kadang memang ada campur tangan agen, tapi agen di sini tidak punya keharusan untuk terdaftar di KJRI seperti di Hong Kong, jadi kami sering kesulitan untuk mengetahui apa masalah yang dihadapi (PMI) sampai akhirnya mereka melapor sendiri,” kata Konjen.

Konjen menyatakan hampir seratus persen PMI yang bekerja di Macau adalah mereka yang eks Hong Kong. Namun tak jarang juga ada WNI yang datang dengan visa turis langsung dari Indonesia atau dari negara lain, mengadu untung mencari kerja untuk kemudian berusaha mengajukan visa kerja dengan majikan atau calo/agen.

Jika visa kerja -baik di Macau ataupun di Hong Kong- tak turun karena suatu dan lain masalah, PMI yang bersangkutan pun terancam bahaya menjadi overstayer atau ditelantarkan agen. Namun biasanya, agen yang bersangkutan akan berusaha mengatasinya sendiri secara independen, dan baru akan melapor ke KJRI jika memang telah menemui jalan buntu.

Konjen Tri menyatakan, KJRI Macau akan membantu para WNI yang mengalami masalah overstay atau ditelantarkan agen ini, dengan pertama-tama mendampingi mereka melapor ke Imigrasi Macau. Staf KJRI lantas akan mengurus semua administrasi yang diperlukan oleh Imigrasi dan menampung yang bersangkutan di shelter KJRI sampai akhirnya keputusan final dikeluarkan oleh Imigrasi Macau. “Jika akhirnya WNI tersebut diputuskan untuk dideportasi, maka kami akan urus dan antarkan sampai ke bandara,” kata Konjen Tri.*

 

Facebook Comments