Mengasihi dan Mendoakan Orang yang Berbuat Jahat (Injil Matius 5:43-48)

0
2718

“Tetapi Aku berkata kepada-Mu: Kasihilah musuh-Mu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Injil Matius 5:44)

Firman Tuhan ini ditulis oleh Matius, sebelum menjadi hamba Tuhan, Matius bekerja sebagai pemungut pajak. Setelah Matius menjadi pengikut Yesus, hidupnya berubah. Kita akan merenungkan perkataan Yesus, supaya kita mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita. Kalau kita mengasihi orang yang baik dengan kita, itu mudah, tetapi bagaimana dengan orang yang berbuat jahat kepada kita? Ada tiga hal yang dapat kita renungkan:

  1. Perintah Untuk Mengasihi dan Mendoakan Musuh (ayat 43-44)

  Ketika Tuhan Yesus datang ke dunia ini dalam rupa manusia, Dia menekankan, bukan hanya orang yang baik kepada kita saja yang kita kasihi, tetapi musuh kita pun, harus kita kasihi. Kalau kita punya teman atau siapa saja yang kita kenal, mereka sedang bermusuhan, kita bisa memberitahukan ajaran Tuhan Yesus ini. Banyak orang Kristen, mereka mengatakan: “Saya mengasihi Tuhan;” tetapi sulit untuk mengasihi musuh. Siapakah musuh yang dimaksudkan di sini? Sederhana saja, mereka yang berbuat jahat kepada kita adalah musuh kita. Ada orang yang mengatakan, saya sulit sekali mengasihi teman saya. Ada lagi orang mengatakan, saya sulit mengasihi bos saya, karena dia tidak baik kepada saya. Akan tetapi firman Tuhan mengatakan kepada kita, bahwa kita harus mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita, bahkan mendoakan mereka.

  1. Tuhan Akan Memuji Kita, Kalau Kita Dapat Mengasihi Orang Yang Berbuat Jahat Kepada Kita (ayat 45-48)

Tuhan Yesus mengatakan, kalau kita mengasihi orang yang baik kepada kita, orang berdosa pun dapat melakukan itu. Sebagai orang yang pasti masuk surga karena kita percaya Tuhan Yesus, maka kita bukan hanya mengasihi orang yang baik kepada kita, tetapi juga orang yang berbuat jahat kepada kita. Mengasihi orang jahat tidak mudah, tetapi ini adalah perintah Tuhan. Saya pun masih terus belajar dan berdoa untuk dapat melakukan hal tersebut. Injil Markus 12:30-34, Tuhan Yesus mengatakan bahwa mengasihi Tuhan dan manusia adalah lebih utama daripada memberikan persembahan. Sekalipun kita bisa kasih persembahan besar di Gereja, tetapi kalau tidak bisa mengasihi orang yang berbuat jahat, maka sia-sia semua persembahan yang diberikan kepada Tuhan. Surat 1 Korintus 13 mengatakan bahwa jika kita memberikan segala sesuatu kepada Tuhan dan manusia, jika kita tidak mempunyai kasih, sia-sia semua pemberian kita. Sekalipun kita punya iman yang luar biasa, tetapi jika tidak mempunyai kasih, sia-sialah semuanya. Kasih kita kepada Tuhan dan manusia, akan menjadi sempurna, kalau kita bisa mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita.

  1. Melakukan Segala Sesuatu Karena Kasih (Surat 1 Korintus 16:14)

“Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (Surat 1 Korintus 16:14). Sehebat apapun kita, namun apabila tidak ada kasih kita terhadap Tuhan dan sesama, maka semuanya itu di hadapan Tuhan adalah sia-sia. Tuhan sangat menghargai anak-anak-Nya yang hidup dalam kasih. Berdasarkan pengalaman saya, anak-anak Tuhan yang telah hidup dalam kasih adalah orang-orang yang rendah hati. Apapun pekerjaan kita, hendaknya kita lakukan semuanya itu untuk Tuhan (Surat Kolose 3:23). Apakah kita sudah siap mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita? Kalau kita sudah siap, maka kita juga harus mengatakan ajaran Tuhan Yesus ini kepada banyak orang yang sudah percaya Tuhan Yesus. Kalau ada yang belum siap, kita bisa berdoa kepada Tuhan, supaya Dia memampukan kita untuk bisa mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita. Tuhan memberkati kita. Amin.

Facebook Comments