Ada 100 WNI terancam hukuman mati karena kasus kurir narkoba di seluruh dunia

0
810

KASUS PMI dijebak menjadi kurir narkoba internasional sudah tak jarang kita temui. Kepala Subdit 1 Wilayah Asia Tenggara dan Amerika Utara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Diah Asmarani mengatakan kepada SUARA, saat ini ada sekitar 100 WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri karena terjerat kasus narkotika. Dia mengatakan dari jumlah itu, yang paling banyak berada di Malaysia. Sementara yang di Hong Kong lebih aman karena tidak diberlakukan hukuman mati.

“Kemlu (Kementerian Luar Negeri) dan Perwakilan RI melakukan pendampingan untuk penanganan kasus dan persidangannya. Khusus WNI yang terancam hukuman mati diberikan pendampingan pengacara,” tulis Diah melalui pesan teks kepada SUARA, Selasa, 3/9/2019.

Sementara Ketua Pusat Kajian Migrasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Migrant Care, Anis Hidayah menyarankan agar semua calon PMI yang akan berangkat kerja keluar negeri untuk memastikan telah memiliki visa kerja agar terhindar dari jebakan gembong internasional ini.

Anis menyarankan, sebelum berangkat, semua pekerja migran sebaiknya memastikan mendapat tiket penerbangan ke negara tujuan kerja. Kemudian mengecek keaslian tiket tersebut. Ditambah sudah harus memiliki visa kerja sebelum berangkat ke luar negeri. Kasus yang menjerat pekerja migran yang melibatkan sindikat peredaran narkotika internasional, kata Anis, semua diawali keberangkatan tanpa visa kerja.

“Memastikan di dalam paspornya ada visa kerja, itu yang paling mudah ya. Karena tanpa itu teman-teman pasti bermasalah secara hukum, karena mereka berangkat bekerja tapi tidak memiliki visa kerja,” kata Anis kepada SUARA, Selasa, 3/9/2019.

Migrant Care juga meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan pengetahuan keamanan bekerja di luar negeri kepada calon pekerja migran hingga ke tingkat desa. Praktiknya, yaitu dengan membekali calon pekerja migran dengan tanda-tanda aktivitas sindikat pengedar narkotika, hingga diskusi kasus-kasus terbaru yang menimpa pekerja migran.

Menurut data Migrant Care, saat ini di China ada sekitar 27 WNI yang terancam hukuman mati karena terlibat peredaran narkotika. Sementara di Malaysia, 53 persen WNI yang terjerat kasus sebagai kurir narkoba kini terancam hukuman mati.

Artikel dimuat di SUARA edisi September Main 2019, terbit 6 September 2019

 

Facebook Comments