Pencet kelamin anak majikan, Puriasih masuk bui 5 bulan

0
932
Foto; RTHK

Seorang PMI bernama Puriasih akhirnya kena ganjar bui 5 bulan oleh Pengadilan Kwuntong, Senin, 15/7/2019, setelah mengaku bersalah menyentuh dan memencet kelamin dua anak majikannya yang masih berusia 2 dan 4 tahun.

Hakim Philip Chan Chee-fai menyatakan bahwa apa yang dilakukan Puriasih adalah kejahatan serius  yang dapat mengakibatkan trauma kepada korban, apalagi anak-anak yang menjadi korban itu bisa dengan jelas mengingat dan bercerita bagaimana PMI tersebut berkali-kali menyentuh dan memainkan alat kelamin mereka.

Puriasih yang berusia 45 tahun, juga mengaku bersalah atas dakwaan telah melakukan perbuatan pelecehan, tidak layak terhadap anak kecil atau orang muda, atau melakukan perbuatan yang tak layak ke anak di bawah usia 16 tahun.

Puriasih sebenarnya bekerja sebagai penjaga dua anak laki-laki tersebut. Namun pada 17 April 2017, Sing Sang menjadi curiga saat melihat kelamin dari salah satu anaknya terlihat merah dan bengkak.

Kecurigaan Sing Sang akhirnya mengacu kepada Puriasih setelah pekerja migran lainnya yang juga bekerja di rumah itu mengadu, bahwa dia melihat Puriasih menggendong dan membiarkan salah satu anak momongannya menyentuh dan bermain dengan puting dada PMI itu.

Sing Sang pun segera menanyai anaknya, dan kaget saat sang anak bercerita bahwa Puriasih kerap memencet kelamin anak itu. Sing Sang segera menelepon polisi dan sejak itu, Puriasih menjadi tersangka pelecehan seksual terhadap anak berumur di bawah 16 tahun.

Kasus Puriasih akhirnya naik sidang kemarin, 15/7/2019 dan PMI ini mengaku bersalah.

Di depan sidang, Pembela meminta hakim memberi keringanan karena PMI tersebut mengaku bersalah dan ingin pulang secepatnya ke Indonesia agar dapat kembali berkumpul dengan anaknya

Facebook Comments