PRT Migran di Hong Kong Berbicara Tentang Isu Gender Melalui Kamera

0
232
Salah satu pengunjung di depan stand foto yang dipamerkan, Minggu (14/10/2018). Foto: Yuli Riswati

Sejumlah Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran asal Indonesia dan Filipina mengadakan pameran foto berjudul “(Fe)Male: Gender Through Lenses” di Chinese University of Hong Kong, Minggu (14/10/2018).

Sebelum melakukan pameran, para PRT Migran tersebut diharuskan mengikuti pelatihan yang diadakan Lensational. Dalam pelatihan yang juga diikuti oleh beberapa mahasiswa CUHK, selain dibekali ilmu-ilmu dasar fotografi, peserta juga diajak memahami tentang isu gender menyangkut tentang persimpangan gender dengan diri, keluarga, agama, tubuh dan seksualitas yang sedang berkembang di masyarakat luas.

“Pameran foto ini menurut saya dan teman-teman tantangannya ada pada tema. Separuh lebih peserta pelatihan tidak bisa mengikuti pameran karena mengaku kesulitan mendapatkan foto yang sesuai” ujar Joan Pabona salah satu peserta pameran foto.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rachel, volunteer Lensational dan Edmund Chan, Fotografer profesional sebagai pemateri,  peserta pelatihan yang gagal mengikuti pameran foto mayoritas adalah para mahasiswa. Menurut keduanya, kemungkinan ini terjadi karena adanya perbedaan situasi dan kondisi.

“Para peserta yang PRT Migran bisa lebih mudah atau lebih semangat untuk mencari dan menemukan foto sesuai tema karena mereka merasa pameran ini adalah ajang sekaligus kesempatan langka untuk mengekspresikan diri, terutama sehubungan isu yang bersinggungan dengan kehidupan mereka. Sedangkan para mahasiswa yang berada di zona aman merasa punya lebih banyak kesempatan atau tidak terlalu perlu memaksakan diri untuk berpartisipasi dalam pameran ini,” ujar Rachel kepada SUARA, Minggu (11/10/2018).

Pada pameran  yang diikuti oleh 40 orang PRT Migran dan anggota LIKHA COLLECTIVE sebagai mitra, foto-foto yang ditampilkan peserta kesemuanya mengartikulasikan pemahaman mereka tentang gender dan merefleksikan pengalaman pribadi dan emosi mereka yang ingin ditunjukkan kepada publik.

Facebook Comments