Puasa itu sehat

0
331
Gambar hanya ilustrasi

Menjalankan ibadah puasa bukan saja melaksakan kewajiban kepada Allah. Lebih dari itu, berpuasa memberi implikasi besar kepada jiwa pelakunya. Para psikologis mengakui  bahwa ibadah puasa amat seusai dengan konsep pengendalian diri. Puasa memberikan pengaruh lebih besar pada kehidupan pelakunya apabila dilakukan dengan betul. Menurut mereka kemampuan mengendalikan diri menimbulkan perasaan bangga karena mampu mengawal diri. Walaupun alasan ini remeh, namun perasaan ini benar-benar dirasakan mereka yang puasanya betul.

Manfaat puasa itu banyak. Apabila berpuasa secara betul dan berserah sepenuhnya kepada Allah, pesakit jiwa pun akan semakin tenang jiwanya. Ini disebabkan beban fikiran tekanan ekonomi dan faktor lainnya semakin berkurang. Perasaan pasrah kepada Allah dari amalan berpuasa memberi kesan yang amat positif. Sakit jiwa yang dimaksudkan adalah mereka yang menghadapi perubahan dalam hidupnya karena mungkin dipehakan kerjaan atau sebab-sebab lain. Perubahan seperti ini menyebabkan jiwanya terganggu.

Menurut mereka terdapat 100 penyakit kejiwaan dalam manusia. Tanda yang paling ketara dari jumlah itu adalah tekanan. Tekanan termasuk gangguan jiwa yang ringan. Pesakit biasanya tegang apabila menghadapi masalah. Namun jika orang ini berpuasa dapat mengubah mental menjadi lebih kuat lagi. Terapi-terapi dari pakar jiwa akan menjadi mudah setelah itu. Agama mampu memberikan dan membentuk mental yang lebih baik. Pesakit akan menjadi lebih baik dan kuat karena pasrah secara total kepada Tuhan dalam menghadapi masalah.

Ibadah puasa pada setiap bulan Ramadhan tidak hanya mengandungi manfaat rohaniah, malah menurut acuan teori logis modern, hasil eksperimen dan kajian Barat, ibadah puasa berpotensi mencegah pelbagai penyakit dan mempercepat proses penyembuhan.

Tanpa sabar, tawakkal dan syukur, jiwa kita tetap sakit walaupun kita ini Muslim. Namun berkat puasa dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan keridhaan Allah maka proses penyembuhan berbagai penyakit akan bisa dipercepat. Kita meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, namun kita sering keliru dengan pengobatan secara fisikal saja dan bukan mental.

Puasa yang baik akan dapat memberikan manfaat yang besar pada kesehatan mental orang yang menjalankannya. Puasa dapat menghilangkan konflik jiwa yang timbul akibat tekanan keseharian. Selama berpuasa, emosi manusia menjadi lebih terkendali sehingga konflik dapat diselesaikan dengan fikiran yang jernih. Dilihat dari sudut psikiatri, puasa Ramadhan menjanjikan manfaat menghilangkan seluruh ketegangan. Bahkan puasa juga dapat menghilangkan gangguan psikosomatis seperti sakit kepala. Dan hal ini sangat tepat seperti apa yang disabdakan oleh Nabi (saw):” Berpuasalah kamu pasti kamu sehat.”

Semoga dengan berpuasa Ramadhan ini kita akan menjadi manusia yang berkepribadian sehat dan kuat jiwa maupun raga.

Artikel ini dimuat di SUARA edisi May Main 2019, terbit 8 Mei 2019

 

 

 

 

 

Facebook Comments