Radikalisme dan Ekstrimisme akan jadi materi dalam PAP PMI

0
190
Istimewa

Materi tentang radikalisme dan ekstrimisme akan dimasukan dalam kurikulum Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).

“Materi terkait radikalisme/ekstrimisme  ini  akan  masuk  dalam  konten  materi pembinaan mental  kepribadian yang  akan disampaikan selama satu jampel,” ujar Hariyadi, Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan BNP2TKI di Jakarta, Kamis (28/1/2019).

Dilansir dalam laman online BNP2TKI, penyusunan materi tersebut dilakukan oleh BNP2TKI bekerja sama dengan Institute for Education Development, Social, Religious and Culture Studies (Infes Yogyakarta). Materi ini juga diuji coba dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) Modul Pencegahan Kekerasan Ekstrim Untuk Instruktur PAP, di Jakarta, Kamis (28/1/2019).

Hariyadi menjelaskan, berdasarkan diskusi dalam workshop, terdapat kemungkinan pencegahan ekstrimisme dikalangan PMI baik di negara asal maupun di negara tujuan PMI.

“Sebelum  berangkat pencegahan dapat  dilakukan dalam PAP yang  diselenggarakan oleh BNP2TKI. Singkatnya waktu untuk materi PAP sebenarnya  menjadi  kendala,” paparnya.

Menurut Haryadi, upaya  pencegahan ekstrimisme mesti  dilakukan  sebagai  upaya pemerintah dalam pencegahan ekstrimisme. BNP2TKI bersama Infest menyepakati untuk  memasukkan materi pencegahan kekerasan ekstrimisme pada  materi D bersama dengan materi mental dan  kepribadian.

Ia menambahkan, penyampaian materi  pencegahan kekerasan ekstrem membutuhkan modul  penunjang karena merupakan materi baru  dalam PAP. Infest dan BNP2TKI kemudian menyepakati untuk  membuat pencegahan kekerasan ekstrem yang melibatkan konsultan ahli yang kompeten pada  bidang  tersebut.

Saat  ini modul  telah ditulis dan siap  untuk di uji coba kepada instruktur PAP BP3TKI atau P4TKI. Infest akan  menguji  coba modul pencegahan kekerasan ekstrem untuk instruktur PAP dari wilayah kerja yang  telah diusulkan oleh BNP2TKI.

Facebook Comments