SIAPAKAH ORANG YANG BERBAHAGIA?

0
2822

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Kitab Mazmur 1:1-3)

Ada banyak orang berbicara tentang hidup yang bahagia. Ada yang berpendapat, bahagia itu kalau punya harta, punya jabatan tinggi, menjadi manusia pintar, dan banyak lagi pendapat lainnya tentang hidup yang bahagia. Lalu apa kata Firman Tuhan tentang hidup yang bahagia, siapakah orang yang berbahagia menurut kitab Mazmur 1? Marilah kita melihatnya dari Firman Tuhan:

  1. Orang yang berbahagia adalah orang yang tidak ikut-ikutan orang berdosa (ayat 1)

Salah satu sebab mengapa terjadinya banyak kejahatan di dunia ini adalah karena banyak orang yang ikut-ikutan berbuat dosa. Ribuan tahun lalu, Firman Tuhan memberikan nasihat supaya perbuatan kita tidak sama dengan orang berdosa. Semua orang berdosa boleh kita kasihi, seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, tetapi perbuatan kita tidak boleh sama dengan orang berdosa. Doa akan membuat manusia bahagia, tapi dosa akan membuat manusia sengsara. Sengsara yang paling menyakitkan adalah jika orang masuk ke dalam neraka (jika tidak pernah bertobat sampai akhir hidupnya). Orang yang sudah meninggal dalam dosa, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat dan kita tidak boleh mendoakan orang yang sudah meninggal. Waspadalah dalam bergaul supaya kita tidak ikut-ikutan berbuat dosa, sebab Firman Tuhan berkata bahwa pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (Surat 1 Korintus 15:33). Dengan siapa kita berteman/bergaul, akan menentukan cara berpikir dan perbuatan kita. Contohnya, orang-orang yang tadinya rajin ke Gereja menjadi malas ke Gereja karena bergaul dengan orang-orang yang malas ke Gereja. Lalu akhirnya lama kelamaan berbuat dosa, sebab hidupnya mengalami kekeringan rohani.

  1. Orang yang berbahagia adalah orang suka membaca Firman Tuhan setiap hari (ayat 2)

Salah satu ciri orang benar adalah suka berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari, dan bertekad untuk melakukan Firman Tuhan. Tidaklah mengherankan jika mereka yang hidup bergaul dengan Firman Tuhan setiap hari, hidupnya bahagia. Sebaliknya, mereka yang tidak suka membaca Firman Tuhan, akan sangat mudah terpengaruh segala hal yang tidak baik. Kita sebagai pengikut Tuhan Yesus, jangan hanya bangga menjadi orang baik, tetapi bersyukurlah jika kita sudah menjadi orang benar. Di hadapan Tuhan Yesus, mereka yang masuk surga bukanlah orang baik, tetapi orang benar (Injil Matius 7:21; Kitab Wahyu 21:27). Orang baik belum tentu benar, tetapi orang benar sudah pasti baik. Jangan sampai kita dianggap baik di hadapan manusia, tapi di hadapan Tuhan, sesungguhnya kita tidak melakukan kebenaran.

  1. Orang yang berbahagia karena melakukan Firman Tuhan, pasti berhasil dalam hidupnya (ayat 3)

Orang yang bergaul dengan Firman Tuhan, selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Ketika dia berhasil, dia tetap rendah hati. Ada sebagian orang Kristen yang ingin berhasil atau sukses, tetapi tidak ingin bergaul dengan Firman Tuhan. Seharusnya, jika kita mengaku pengikut Tuhan Yesus, kita harus menjadi orang yang takut Tuhan. Firman Tuhan tidak pernah meminta kita untuk menjadi orang sukses, tetapi menjadi orang yang takut Tuhan. Orang yang sukses belum tentu takut Tuhan, tapi orang yang takut Tuhan, sudah pasti akan menjadi orang sukses. Karena itu, marilah kita terus membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari, serta punya tekad untuk melakukannya. Tuhan memberkati kita.

Facebook Comments