Terlibat Kasus Suap Asuransi Tambahan untuk PMI, Staf KBRI Singapura Dipulangkan.

0
1080
Kedutaan Besar RI di Singapura. Foto: Istimewa

Kedutaan Besar RI di Singapura mengatakan bahwa staf teknis nya yang terlibat dalam kasus suap ditelah ditarik kembali ke Jakarta. Demikian keterangan resmi KBRI Singapura, Rabu (21/11/2018).

“Ybs [Yang bersangkutan-red] sudah ditarik ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan oleh institusi asal dan apparat yang berwenang di Indonesia,” demikian keterangan tertulis KBRI Singapura.

Menurut investigasi Biro Penyelidikan Korupsi Singapura (CPIB), suap itu hendak diserahkan sebagai gratifikasi kepada seorang tersangka bernama Abdul Aziz Mohamed Hanib untuk jasanya membuat perjanjian dengan Agus Ramdhany Machjumi [Staf KBRI Singapura] untuk memenangkan dua perusahaan asuransi.

Satu orang yang telah menjalani sidang terkait kasus ini adalah seorang warga negara singapura Yeo Siew Liang James (47). James bekerja sebagai agen asuransi AIG Asia Pasific dan Liberty Insurance.

Tersangka diduga menyuap Abdul Aziz Mohamed Hanib, yang bekerja sebagai penerjemah lepas sebesar SIN$71.200 (sekitar Rp754 juta) dan SIN$21.400 (sekitar Rp226 juta)

Agus , staf KBRI Singapura yang dipulangkan itu diduga terlibat suap untuk meloloskan dua perusahaan asuransi yang akan melaksanakan proyek asuransi tambahan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura.

Dilaporkan oleh cnnindonesia.com, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, menuturkan staf teknis yang diketahui bernama Agus Ramdhany Machjumi itu telah dipulangkan ke Jakarta.

“Kami sudah menerima informasi tersebut dan sudah mengambil tindakan internal,” ucap Iqbal saat di kantor Kemenlu, pada Rabu (21/11).

Agus disebut merupakan atase teknis dari Kementerian Ketenagakerjaan yang ditempatkan di KBRI Singapura. Dia disebut berkeras melaksanakan proyek asuransi tambahan bagi TKI di Singapura, meski gagasannya itu secara teknis ditentang banyak pihak karena dianggap belum sempurna.

Menurut sumber di Kemlu, Agus tidak diadili di Singapura lantaran memegang paspor diplomatik sehingga memiliki kekebalan hukum. Namun, sumber tersebut memastikan Agus akan diproses hukum di Indonesia.

Facebook Comments