Tips mencegah penyebaran pneumonia misterius dari Wuhan: Cara memakai masker dengan baik dan benar

0
5468

SEMAKIN bertambahnya jumlah penderita pneumonia misterius dari Wuhan yang mirip dengan SARS, tentunya membuat kita semakin deg-degan. Pemerintah Hong Kong pun sekarang menyarankan agar kita menggunakan masker untuk mencegah semakin menyebarnya penyakit yang mematikan tersebut. Namun sebenarnya ada berapa macam masker kesehatan itu, sejauh mana efektivitas masing-masing jenis masker, dan bagaimana pula cara memakainya dengan baik dengan benar?

Dokter Zheng Qiyin, Anggota Legco yang adalah seorang dokter ahli khusus penyakit menular, membahasnya secara detil kepada Ming Pao. Secara garis besar ada tiga macam masker kesehatan yang bisa kita beli dan gunakan yaitu masker bedah atau surgical mask, polyurethane mask dan masker N95. Nah, sekarang mari kita simak satu persatu efektivitas masker-masker ini dan bagaimana cara memakainya dengan benar menurut Zheng Qiyin.

  1. Masker bedah atau surgical mask

Ketika membeli masker bedah, sebaiknya pilih yang bertulisan 3-layer design atau berlapis 3, atau yang bertuliskan Bacterial Filtration Efficiency (BFE) dan Particle Filtration Efficiency (PFE) di kotaknya atau 95%>. Hal penting yang harus diingat adalah; masker bedah hanya efektif untuk mencegah bakteri terhirup masuk ke pernapasan kita atau menyebarnya batuk atau bersin orang yang sedang flu, namun tidak efektif untuk mencegah masuknya virus flu.

Masker bedah yang bertuliskan BFE di kotaknya berarti  dibuat dengan pori-pori sebesar 3 mikron. Bakteri umumnya berukuran sebesar 1-4 mikron, jadi semakin tinggi ukuran BFE yang tertera di kotak masker bedah itu, maka semakin efektif pula masker itu untuk mencegah terhirupnya bakteri ke saluran pernapasan kita.

Masker yang bertuliskan PFE di kotaknya berarti dites untuk menghadang partikel berukuran 0.1 hingga 1 mikron. Namun harap diingat, biasanya virus influenza berukuran 0.1 mikron jadi seringkali masker bedah dengan PFE sampai 90 persen pun belum tentu bisa efektif menghadang terhirupnya virus flu ke pernapasan kita.

  1. Polyurethane mask atau pitta mask

Masker jenis ini terbuat dari material bernama polyurethane dan biasanya didesain benar-benar pas dengan wajah manusia, sehingga saat mengenakannya, masker biasanya tidak akan bergeser-geser seperti jika kita mengenakan masker bedah.

Namun masker jenis ini hanya efektif untuk mencegah terhirupnya partikel pollen seperti serbuk-serbuk atau debu dan tidak efektif untuk mencegah terhirupnya virus influenza.

  1. N95 mask

Masker N95 adalah masker yang paling direkomendasikan untuk digunakan jika kita ingin melindungi diri dari virus inluenza  dan sejenisnya. Masker N95 dapat menghadang partikel-partikel yang lebih kecil dari 0.3 mikron dan sangat cocok jika digunakan saat kita berada di jalanan.

Dokter Zheng kepada Ming Pao menyatakan, berdasarkan kondisi Hong Kong saat ini, sudah cukup jika kita mengenakan masker bedah untuk perlindungan diri di jalan-jalan atau di tempat ramai. Namun sebaiknya kita mengenakan masker N95 jika akan mendatangi rumah sakit atau klinik atau tempat-tempat yang rawan penyakit menular yang disebabkan virus influenza.

Dokter Zheng juga menyarankan agar kita mengenakan masker sebelum memasuki rumah sakit. Ini artinya, jangan baru mengenakan masker saat sudah berada di dalam rumah sakit atau istilahnya “pakai masker saat berjalan di dalam rumah sakit”. Selain itu, selalu ganti masker jika basah atau terkena cairan, atau jika sudah pernah dicopot dari wajah. Selalu cuci tangan sebelum menyentuh masker baru yang akan digunakan di wajah.

Untuk masker bedah, gunakan bagian yang berwarna sebagai bagian luar, lalu tekuk bagian atasnya untuk membuatnya lebih pas dengan hidung. Sementara untuk masker N95, hindari memegang bagian dalam masker saat akan mengenakannya, dan langsung buang jika masker terkena cairan tubuh atau pernah dicopot dari wajah.

Artikel dimuat di SUARA edisi January Mid 2020, terbit 22 Januari 2020

 

Facebook Comments