Tuhan Yesus Mengasihi Orang Berdosa

0
17651

“Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Injil Yohanes 8:10-11)

Menurut hukum orang Yahudi, perempuan yang kedapatan berbuat zinah, harus dilempari batu sampai mati. Ketika wanita tersebut diperhadapkan kepada Tuhan Yesus, Tuhan Yesus mengatakan bahwa siapa yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. Setelah mendengar perkataan itu, mereka pergi seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Mengapa Yesus tidak menghukum perempuan itu? Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan:

  1. Tuhan Yesus Mengasihi Orang Berdosa

Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang ingin mencobai Tuhan Yesus membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat dosa dengan maksud memperoleh sesuatu untuk mencari-cari kesalahan Yesus. Dalam Injil Matius 23, Yesus mengecam mereka karena mereka tahu Firman Tuhan tetapi tidak melakukannya. Ketika mereka menangkap basah perempuan yang berzinah, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi tidak punya belas kasihan terhadap orang berdosa, hanya bisa menghakimi. Kita sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh menghakimi teman kita atau siapapun yang melakukan dosa, tetapi kita harus tetap mengasihi mereka dan punya belas kasihan terhadap orang berdosa, seperti yag dilakukan Tuhan Yesus. Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia yang datang ke dunia bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Injil Matius 9:13).

  1. Tuhan Yesus Sanggup Mengampuni Dosa

Firman-Nya berkata: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Kitab Yesaya 1:18). Jika orang berkata, dosa saya begitu besar dan banyak, saya merasa kotor, mungkinkah Tuhan mengampuni dosa saya? Jawabannya ya, dan Tuhan Yesus pasti mengampuni dosa, asalkan kita mengakui semua dosa kita di hadapan Tuhan dan bertobat/tidak melakukannya lagi. Firman-Nya berkata: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (Surat 1 Yohanes 1:9). Jangan biarkan iblis terus menekan kita karena dosa yang kita perbuat. Iblis bisa saja berkata kepada kita, kamu orang berdosa, kamu kotor dan najis. Atau, iblis bisa juga pakai orang lain (teman/keluarga/dan lain-lain) untuk menekan kita, kamu orang berdosa, kamu tidak layak beribadah kepada Tuhan, dan perkataan-perkataan lain yang tidak membangun diri kita. Kalau kita mau dosa kita diampuni, datanglah kepada Tuhan Yesus, carilah segera Gereja (jika kita belum/sudah lama tidak ke Gereja), dan berbicaralah kepada hamba Tuhan yang ada di sana untuk membimbing kita.

  1. Tuhan Yesus Adalah Kasih

Setelah dosa kita diampuni Yesus, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah hidup di dalam terang Firman Tuhan. Perkataan terakhir Yesus kepada perempuan berdosa itu adalah jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Kita harus tahu dan yakin, setelah kita meninggalkan dunia ini, kita akan pergi ke mana. Yesus menjanjikan surga kepada siapa saja yang mau percaya kepada Dia dan hidup dalam kebenaran Firman-Nya. Ketika seseorang percaya kepada Yesus dan hidup dalam kebenaran Firman-Nya, maka orang itu pasti ke surga. Jangan kita ragu akan janji-Nya. Jangan kita mau menjadi budak dosa atau budaknya iblis. Marilah kita datang kepada Tuhan Yesus yang sangat mengasihi kita karena Dia adalah kasih (Surat 1 Yohanes 4:16). Tuhan memberkati kita.

Facebook Comments