Uniknya Pink Beach di Pulau Komodo

0
313

Oleh Evelyn Kong dan Ghalis

Apakah teman-teman pernah mendengar atau melihat foto pasir pantai berwarna pink? Pasir berwarna pink yang selama ini kalian lihat hanya di foto ternyata bukan sekedar filter kamera saja, tetapi asli fenomena alam yang terjadi di lautan.

Pantai berpasir pink, atau lebih dikenal dengan Pink Beach ini berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tidak jauh dari Pink Beach ini, ada taman Nasional Komodo yang terletak di Labuan Bajo.

Teman-teman yang sudah punya pasangan atau berkeluarga, mungkin pergi ke NTT bisa jadi bucket list kalian. Sambil menunggu matahari terbenam, kalian bisa jalan-jalan  sepanjang pantai bergandengan tangan dengan orang tersayang. Selain itu, waktu yang paling tepat untuk jalan-jalan di Pink Beach ini memang pada sore hari ketika pantulan sinar matahari terbenam akan membuat pasirnya jadi benar-benar berwarna pink.

Nah, apakah teman-teman tahu kenapa pantai ini bisa berwarna pink? Asal muasal pasir pink ini belum diketahui secara pasti, namun banyak orang berpendapat hal ini dikarenakan dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati. Ada pula yang mengatakan bahwa terdapat makhluk mikroskopik yang membuat pasir ini berwarna pink.

Ciri khas Pantai Pink di pulau Komodo ini dikelilingi tebing dan pegunungan yang indah baik dipandang dari pantai atau dari atas gunung setelah kalian mendaki bukit. Selain indahnya pantai berpasir pink ini, ada juga kadal raksasa alias komodo yang teman-teman sudah pasti kenal.

Untuk melihat dan berfoto bersama komodo teman-teman bisa mengunjungi Pulau Rinca atau Pulau Komodo dengan menggunakan perahu dari Labuan bajo. Kalau teman-teman memilih ke Pulau Rinca, perjalanan akan memakan waktu sekitar dua jam dengan pemandangan yang sangat menyenangkan di sepanjang perjalanan. Banyak pemandangan indah yang begitu memukau dan kalau beruntung kalian bisa lihat langsung seekor komodo yang tiba-tiba muncul dari semak belukar bertarung memangsa seekor ular.

Tidak perlu takut akan komodo, karena komodo sudah terbiasa hidup berdampingan dengan masyarakat sejak zaman dahulu. Menurut keyakinan penduduk setempat, mitosnya manusia dan komodo itu berasal dari satu keturunan. Komodo terlahir dari seorang rahim wanita cantik. Perempuan ini melahirkan anak kembar, yang satu berwujud manusia, dan yang satu lagi berwujud komodo. Oleh karena itu, sampai sekarang penduduk setempat dan komodo tetap hidup berdampingan.

Selain melihat pasir berwarna pink dan komodo, teman-teman jangan sampai melewatkan kuliner khas Labuan Bajo yaitu Se’i atau lebih dikenal lagi dengan daging asap terbuat dari daging sapi. Proses pembuatannya daging asap ini dimasak dengan kayu bakar yang berjarak jauh, dan memakan waktu sangat lama, sehingga bukan lidah api yang mematangkan daging, melainkan asap panas. Makanan favorit lainnya adalah Jagung Bose yang berbahan utama jagung dihidangkan dengan bahan tambahan campuran dari kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang tanah. Sehingga Jagung Bose ini dapat dijadikan sebagai pengganti nasi.

Untuk ke Labuan Bajo, teman-teman bisa terbang langsung dengan Garuda Indonesia dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan bahkan dari Hong Kong. Sudah tak perlu jauh-jauh lagi ke luar negeri untuk menikmati keindahan dan keunikan alam, cukup dengan pulang ke Indonesia.

Tersedia juga harga khusus bagi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi kantor penjualan Garuda Indonesia 2840 0000. Seluruh informasi yang tertera di atas adalah sebagai referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk informasi terbaru, silakan cek di garuda-indonesia.com.

Artikel dimuat di SUARA edisi June Mid, terbit 24 Juni 2019

Facebook Comments