Warga HK khawatir Pemerintah gunakan Smart ID baru untuk memata-matai posisi mereka

0
906
Screenshoot iklan Smart ID dari Departemen Imigrasi HK

SEIRING memanasnya perseteruan para demonstran dengan polisi HK, media-media HK melaporkan muncul kekhawatiran dari warga HK bahwa Pemerintah akan menggunakan teknologi chip RFID yang ada di Smart ID yang baru sebagai alat untuk melacak dan memata-matai posisi mereka.

Pemerintah Hong Kong telah mengumumkan rencana pergantian HKID yang lama ke Smart ID yang baru dengan teknologi RFID, yang jauh lebih canggih. Namun seiring memanasnya isu pengajuan proposal UU Ekstradisi Kriminal dan ditangkapnya puluhan aktivis, media-media HK kini melaporkan munculnya kekhawatiran para warga bahwa Pemerintah mulai memata-matai mereka dengan memanfaatkan teknologi Smart ID tersebut.

Smart ID itu menggunakan foto beresolusi tinggi dengan data biometrik dan mengandung profil digital setiap residen HK untuk mengakses layanan publik dan komersial elektronik.

Asia Times melaporkan, para warga HK terutama khawatir karena Smart ID ini juga menggunakan teknologi RFID yang memanfaatkan aliran elektromagnetik untuk mengidentifikasi seseorang serta melacak obyek tertentu.

Kekhawatiran ini semakin kuat karena baru-baru ini polisi HK memasang beberapa alat di lampu-lampu jalan HK, yang diduga sebagai alat untuk melacak arus eletromagnetik dari Smart ID itu.

Hukum HK mengharuskan semua residen berusia 15 tahun ke atas untuk selalu membawa HKID mereka kemana-mana. Jika tidak, maka pelanggar dapat ditangkap dan dikenai sanksi atau penjara. Ini artinya, semua residen HK wajib membawa-bawa Smart ID mereka dan dengan demikian akan mudah dimata-matai Pemerintah.

The Standard melaporkan, para warga HK khawatir polisi akan menggunakan alat-alat yang dipasang di lampu jalan itu untuk melacak kemana saja para residen HK berada, dengan menggunakan arus elektromagnetik yang ada di teknologi RFID dalam Smart ID yang baru itu.

Namun Pemerintah HK menyatakan bahwa chips berteknologi RFID yang dipasang di Smart ID yang baru tersebut hanya sebesar 10 cm saja dan memiliki teknologi tinggi anti mata-mata serta perlindungan privasi. Sehingga, sangatlah sulit melacak atau memata-matai seseorang lewat Smart ID tersebut.

Departemen Imigrasi juga menyatakan bahwa semua data-data yang diambil untuk Smart ID itu adalah rahasia dan hanya dapat diakses para petugas tertentu saja, serta data untuk mengisi aplikasi yang lainnya akan dibedakan.

 

 

Facebook Comments