Wawancara SUARA: Ditemukan setelah 12 hari hilang di Bukit Piramid Bondowoso, Tim Pencari temukan jasad Thorik dari aromanya

0
409
Tim Polri Bondowoso saat mencari Thorik, remaja yang hilang di Bukit Piramid/Foto: Dokumen Polri Bondowoso

MENINGGALNYA seorang remaja bernama Thorik Rizki Maulidan (15) di Bukit Piramid, Pegunungan Argopuro, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, sempat membuat geger masyarakat Indonesia terutama karena jasadnya baru bisa ditemukan 12 hari setelah Thorik menghilang.

Ketua Umum Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Muhammad Rafi Respati kepada SUARA, mengisahkan bagaimana tim pencari sempat putus asa dan menghentikan pencarian Thorik setelah seminggu penuh tak juga ditemukan.

“Minggu pertama kronologinya memang belum jelas, kunci penemuan memang kronologi yang jelas. Informasi itu bisa memperkecil area pencarian, bagaimana proses hilangnya almarhum, kemudian ditebak (lokasinya), bahwa memang ada kemungkinan dia terjatuh,” kata Rafi saat dihubungi SUARA, Selasa, 9/7/2019.

Barulah pada minggu kedua, tim pencari menemukan remaja tersebut dari aroma jasadnya. Tim SAR Wanadri, Gema Mahapeta (GMPT) Universitas Bondowoso, Relawan Brigadir Penolong, dan Tim SAR gabungan kemudian kembali melakukan pencarian dengan turun ke jurang dari atas bukit dengan perlengkapan yang lebih memadai. Setelah turun melalui lereng curam, pada Jumat, 5/7/2019 baru tercium aroma tidak sedap yang menjadi alamat letak jasad Thorik berada.

Rafi menyatakan, pada pencarian minggu pertama cerita kronologi hilangnya korban belum jelas, sehingga tim gabungan hanya mencari di jalur pendakian dan mencari tanda atau jejak kepergian Thorik. Sementara pada minggu kedua informasi lebih lengkap untuk membantu menganalisa kemungkinan tempat korban bila terjatuh dari atas bukit, juga alat pendakian untuk pencarian yang lebih mendukung.

Dia menjelaskan pencarian di minggu kedua, yang dimulai pada Kamis, 4/7/2019. Setelah melalui lereng curam, Tim mulai mencium bau tak sedap pada Jumat, 5/7/2019 dan terus mengikuti arah aroma itu.

Keesokannya, Sabtu 6 Juli 2019, evakuasi juga dilakukan dengan cara vertikal, yakni turun ke jurang dari atas bukit dan mengangkat jenazah kembali ke atas. Jenazah ditemukan dengan luka di kepala bagian belakang dan tangan, kemudian langsung dimakamkan malam hari di desa keluarga besarnya di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Wakil Kepala Polres Bondowoso Kompol David Subagio kepada SUARA mengatakan,  Thorik diduga mengalami kelelahan, hingga terpeleset dan jatuh ke jurang dan terbentur benda keras hingga pingsan. Kalaupun sadar, diduga sisa tenaga Thorik sudah tidak cukup untuk berupaya pindah mencari pertolongan, atau bertahan hingga ditemukan meninggal dunia 2 minggu kemudian.

“Karena sangat curam dan kemudian pijakan kaki hanya sebesar 2 telapak kaki, sehingga ketika orang dalam kondisi kelelahan, pasti akan berpotensi sekali untuk terpeleset. Medan pijakan di lokasi itu juga terdiri dari tanah gembur dan kerikil yang mudah sekali membuat orang terpeleset saat memijak di situ,” kata David.

Dalam laporan Pos Basarnas Jember, Thorik hilang saat turun dari Bukit Piramid setelah berhasil mengabadikan Matahari terbenam (sunset) bersama beberapa kawannya, Senin 24 Juni  2019. Thorik menghilang saat hari mulai malam dan kabut datang, sedangkan medan yang harus dilewati berupa jalan setapak di atas punggungan bukit memanjang yang di kanan-kirinya jurang.

Facebook Comments