Wista rela break kontrak gara-gara tak tega kucingnya disuruh diet

0
807
foto hanya ilustrasi

SETIAP hari bertugas momong kucing, rasa sayang Wista pun menumpuk sampai akhirnya PMI tersebut memilih break kontrak tanpa pesangon lantaran tak tega melihat kucing momongannya itu disuruh diet oleh majikan.

“Saya itu tidak tega, saya memelihara kucing itu sejak kecil. Kucing itu saya yang kasih makan setiap hari dan sekarang sudah tua, kok majikan saya meminta kucing itu diet. Saya kasihan dengan kucing itu,” cerita Wista kepada SUARA, Rabu (8/5/2019).

Adu mulut antara Wista dengan majikannya selama 8 tahun itu meledak berawal saat sang Majikan merasa badan kucing momongan Wista tersebut terlalu gemuk. Akhirnya, sang Majikan menyuruh Wista untuk mengurangi jatah makanan si kucing agar hewan yang telah berumur itu bisa diet.

Namun Wista yang kadung sayang dengan si kucing tak bisa menerima momongannya dipaksa diet. Akhirnya, adu mulut Wista dengan sang majikan pun meledak.

Sejak itupula, hubungan baik Wista dengan Majikan pun berubah dingin. Semua pelanggaran kontrak kerja berupa tugas tambahan yang selama ini diterima dengan legowo oleh Wista, mulai naik ke permukaan.

“Mulai dari bertengkar soal kucing itu, saya lantas sempat ngomong ke majikan bahwa kenapa saya bekerja di rumah yang tidak sesuai dengan kontrak kerja. Majikan mendengar itu dan marah karena saya ngancam untuk lapor ke imigrasi. Dia marah dan terus mengusir saya,” kata Wista.

Wista sudah bekerja dengan majikannya itu selama delapan tahun. Pekerjaan utamanya sebenarnya menjaga bobo. Namun sang anak alias Majikan Wista, gemar memelihara anjing dan kucing. Wista pun ketiban tugas memelihara hewan-hewan tersebut.

Wista menerima tugas tambahan itu tanpa banyak cingcong karena PMI ini pada dasarnya memang penyayang binatang. “Majikan saya itu tidak ada anak, dia suka memelihara kucing dan anjing. Kucing hitam itu sudah delapan tahun dan kemudian majikan saya ambil kucing lagi dan satu anjing. Saya yang kasih makan semua binatang itu, bahkan saya mandikan dan sisir bulu-bulu mereka. Memang, saya muslim, seharusnya tidak boleh memegang anjing, Namun demikian saya rawat semua dan tidak saya bedakan,” kata Wista.

PMI ini sempat terlihat emosional saat bercerita tentang hewan-hewan momongannya itu.

Masalah mulai muncul

Namun masalah mulai muncul sekitar 3 bulan yang lalu. Wista mengisahkan, sang majikan berhenti kerja dan mulai tinggal di rumah saja. Sejak itu, kata Wista, Majikan yang adalah anak perempuan Bobo ini sering marah-marah ke PMI itu.

Semula, Wista mencoba menahan diri dan bersabar. Namun masalah memuncak, saat Majikan membeli 2 hewan peliharaan lainnya yaitu seekor kucing dan seekor anjing. Majikan lantas menyuruh Wista mengurangi jatah makanan kucing yang telah lama dipelihara, dengan alasan kucing itu terlihat kegemukan.

Tak tahan lagi, Wista pun membantah dan adu mulut pun terjadi. Sampai-sampai terlontar kata-kata pengusiran dari mulut majikan.

Wista akhirnya memutuskan untuk break kontrak dan keluar dari rumah majikan. Sekalipun ini berarti, PMI tersebut kehilangan hak mendapatkan long service ataupun pesangon dari majikannya.

“Saya rela untuk tidak menerima pesangon dari majikan. Rejeki itu sudah diatur oleh Allah. Saya juga tidak mau bermusuhan dengan majikan saya. Meskipun dia sudah mengusir saya, namun saya tahu bahwa itu karena emosi. Pada dasarnya dia orang baik dan saya sudah banyak menerima kebaikan itu. Maka saya tidak mau menuntut pesangon itu,” kata Wista.

Majikan Wista mengirim pesan lewat WA nya agar dia datang ke rumah majikan pada Jumat (10/5/2019) untuk menandatangani dokumen pemutusan hubungan kerja. Wista memutuskan untuk menandatangani dokumen tersebut, sekalipun dokumen tersebut menyebutkan PMI ini yang break kontrak dengan  dengan majikan yang sudah dia layani selama delapan tahun itu.

Artikel dimuat di SUARA edisi May Mid , terbit 24 Mei 2019

Facebook Comments