WNI di Malaysia Dipenjara 30 Bulan Karena Simpan Foto Bendera ISIS

0
690
Gambar: Ilustrasi

Setelah Mohd Al-Arshy Mus Budiono, PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Malaysia asal
Jawa Timur dijatuhi hukuman 18 bulan penjara pada Kamis (08/10/18), Eq Maulana Dunda (25) WNI (Warga Negara Indonesia) juga dihukum 30 bulan penjara oleh pengadilan tinggi Malaysia pada hari Senin(05/11/18) karena Kasus yang sama, yakni atas kepemilikan gambar dan video kelompok radikal ISIS. Vonis dijatuhkan hakim Collin Lawrence Sequerah setelah Eq mengaku bersalah.

“Saya menyesalinya. Saya menyimpan foto ini sudah lama ketika saya masih di
Indonesia. Saya sungguh tidak tahu dan saya mohon keringanan hukuman. Istri saya
sedang hamil,” kata Eq, dalam pembelaannya sperti dilansir Tempodunia.com.

Dikutip dari malaysiakini.com, Selasa (06/11/18) Eq baru tiba beberapa bulan di Malaysia
setelah menikahi perempuan warga negara Malaysia. Dia diketahui berprofesi sebagai
peternak bebek.

Jika Mohd Al-Arshy Mus Budiono kedapatan memiliki lima gambar dan sembilan video
yang berkaitan dengan ISIS di ponselnya, Eq mengoleksi dua gambar terkait kelompok
ISIS dan elemen-elemen yang mengandung aktivitas terorisme. Eq ditangkap di
kediamannya di Kuala Terengganu, Malaysia pada 12 Juli 2018.

Berdasarkan aturan hukum di Malaysia, Eq dikenai pasal 574 dengan ancaman hukuman
maksimal 7 tahun penjara atau membayar denda. Pengadilan juga berhak melakukan
penyitaan.

Mengingat terorisme adalah kejahatan lintas batas yang melibatkan jaringan internasional,
Wakil Jaksa Penuntut, Munirah Shamsudin, sempat mendesak agar Eq dikenakan hukuman
penjara yang sepadan sehingga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi terdakwa dan
masyarakat.

Facebook Comments