Xi Membuka Jembatan Terpanjang di Dunia dengan Pidato Terpendeknya

0
509
Xi Jinping meresmikan pembukaan jembatan Hong Kong-Macao-Zhuhai, Selasa (23/10/2018). Foto: Istimewa

Presiden Xi Jinping meresmikan jembatan laut terpanjang di dunia dengan pidato terpendeknya yang berisi kurang dari 10 kata, Rabu (24/10/2018).

“Saya menyatakan jembatan Hong Kong – Zhuhai – Macao dibuka secara resmi,” pidato Xi seperti dikutip The Standard, Rabu (24/10/2018).

Upacara pembukaan peresmian jembatan lintas batas sepanjang 55 kilometer yang mempersingkat waktu perjalanan darat antara Zhuhai dan Bandara Internasional Hong Kong dari empat jam menjadi 45 menit tersebut dibuka dengan peledakan kembang api digital di layar monitor.

Selain dirancang menyerupai dua jalur membentang sepanjang 29,6 km dalam bentuk jembatan dan terowongan bawah laut sepanjang 6,7 km untuk menghubungkan dua pulau buatan. Jembatan baru ini juga dirancang untuk tahan gempa bumi dan angin topan dengan menggunakan bahan berupa baja seberat 420.000 ton atau 60 kali lipat jumlah baja yang digunakan untuk membuat Menara Eiffel di Paris.

Pada saat acara peresmian, Xi memasuki ruang upacara bersama Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor, diikuti oleh Wakil Perdana Menteri Han Zheng dan Liu He, Kepala Eksekutif Macau Fernando Chui Sai-on, dan mantan kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying dan Tung Chee-hwa.

Setelah menyampaikan pidatonya yang super singkat, Xi berjabat tangan dengan tiga wakil ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China – Tung, Leung dan mantan kepala eksekutif Macau Edmund Ho Hau Wah – kemudian meninggalkan aula untuk mencoba melalui jembatan yang menurut Xi adalah salah satu jembatan terbesar di dunia.

Dalam siaran tertulis kepada Media, Xi mengatakan untuk mewujudkan keberadaan jembatan tersebut dibutuhkan semangat perjuangan bagi semua yang terlibat dalam proses pembuatannya.

“Dibutuhkan perjuangan untuk membuka jalan ketika berhadapan dengan pegunungan dan membangun jembatan ketika ada perairan dalam,” kata Xi.

Xi juga menambahkan bahwa mega proyek ini mencerminkan kekuatan nasional komprehensif Tiongkok, kemampuan inovasi independen, dan ambisi nasional untuk dengan berani menciptakan yang terbaik di dunia. Xi menyebut jembatan tersebut sebagai jembatan impian, kepercayaan diri dan peremajaan.

Lebih lanjut Xi menambahkan bahwa jembatan harus dikelola dengan baik dan digunakan untuk memainkan peran penting dalam membangun wilayah di sekitarya.

Sebelumnya, Han Zheng  dalam sambutannya mengatakan bahwa pembukaan mega jembatan akan menguntungkan pertukaran ekonomi dan perdagangan untuk tiga wilayah, dan mempromosikan pengembangan Wilayah Teluk Lebih Besar. Han juga mengatakan bahwa pembangunan daerah Greater Bay secara pribadi direncanakan dan didorong oleh Presiden Xi.

Carrie Lam dalam sambutannya mengatakan bahwa jembatan itu merupakan momentum baru bagi pembangunan masa depan Hong Kong, mengubah peran kota dari yang selama ini hanya konektor menjadi “peserta.” Dengan adanya jembatan itu, Hong Kong memiliki tiga infrastruktur lintas batas baru dalam setahun.

Menurut Lam, Lantau sebagai tempat pelabuhan Hong Kong berada, akan menjadi pintu ke wilayah Greater Bay dan dunia, dan pemerintah telah mengambil kesempatan untuk mengusulkan rencana reklamasi Lantau.

Sekretaris partai Guangdong, Li Xi dalam kesempatan yang sama juga mengatakan jembatan itu membuat ketiga tempat mereka akan menjadi lebih dekat satu sama lain. Dia menyebutnya sebagai fasilitas yang mewakili impian dan kebersamaan orang-orang.

Fernando Chui menyebut jembatan itu memiliki arti politik, ekonomi dan sosial. Dia mengatakan untuk pertama kalinya “tidak ada penghalang di tanah” dicapai untuk tiga tempat, membuat mereka menyatu dengan pengembangan Wilayah Teluk Lebih Besar.

Sebelumnya diberitakan banyak media, jembatan panjang yang semula dijadwalkan dibuka dua tahun lalu sempat mengalami macet karena penundaan dan pembengkakan biaya. Ketiga pemerintah (Hong Kong, Zhuhai, Macau) membagi biaya konstruksi dengan estimasi tidak resmi sebesar HK$ 150 miliar. Hong Kong sendiri harus menanggung sekitar HK$ 120 miliar, termasuk biaya untuk membangun pelabuhan dan menghubungkan jalan.

Sementara itu pemerintah juga mencatat selama proses pembangunan jembatan terpanjang di dunia itu ada 18 pekerja tewas dan lebih dari 400 orang karyawan yang terluka.

Akibat banyaknya jumlah korban yang tewas dan terluka, proyek pembangunan mega jembatan itu sempat dikritik berbagai pihak sebagai “proyek darah dan keringat”.

Facebook Comments