80 WNI dan 3 kerabat dari Ukraina tiba di Jakarta

0
213
Pesawat Garuda GA 7730 membawa 80 WNI dan 3 kerabat yang dievakuasi dari Ukraina.(Foto: Okenews)
Contact US +852859865
Contact US +852859865

 

SEBANYAK 80 warga negara Indonesia (WNI) dan 3 warga negara asing yang merupakan kerabat mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis sore (3/3/2022), setelah dievakuasi dari Ukraina yang sedang berperang dengan Rusia.

Kedatangan mereka disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Menteri Pertahanan Prabowo Subiyanto dan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani juga terlihat hadir dalam penyambutan tersebut.

Menteri Retno menyebutkan, sebanyak 14 WNI lainnya yang telah dievakuasi dari Ukraina masih tertahan di Bukares, Romania. Mereka belum dapat diberangkatkan kembali ke Indonesia dikarenakan hasil tes kesehatan 12 WNI tersebut menunjukkan positif Covid-19. Sementara itu, dua lainnya memutuskan untuk tetap tinggal menemani anaknya yang positif Covid.

“Saat ini, ada 14 orang yang masih berada di Bukares, Romania untuk sementara waktu tidak dapat ikut dalam rombongan ini. Mereka akan tetap didampingi oleh KBRI di Bukares dan akan dipulangkan jika sudah memungkinkan,” ujar Menteri Retno.

Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto menjelaskan 83 WNI dari Ukraina itu diangkut menggunakan pesawat charter Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7730.

Menurut Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta Verico Sandy, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, rombongan WNI dari Ukraina tersebut akan menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan, dokumen keimigrasian. “Mereka akan turun melalui Terminal 2F lalu diarahkan naik bus untuk dibawa ke Wisma Atlet Pademangan untuk menjalani karantina,” kata Verico.

Sementara itu, sampai tanggal 2 Maret, badan pengungsi UNHCR mencatat sebanyak 1.045.459 orang telah meninggalkan Ukraina sejak negara itu diserang militer Rusia. “Tambahan 96.000 orang telah berpindah ke Rusia, dari wilayah Donetsk dan Luhansk, antara tanggal 18 dan 23 Februari,” demikian pernyataan UNHCR.(*)

Facebook Comments