Fasilitas isolasi Hung Shui Kiu akomodasi pasien muslim

0
340
Fasilitas isolasi Hung Shui Kiu di Yuen Long.(Foto: scmp)
Contact US +852859865
Contact US +852859865

PEMERINTAH Hong Kong menyiapkan fasilitas khusus karantina pasien Covid-19 untuk kelompok minoritas termasuk muslim. Rencananya semua pasien etnis minoritas akan dikirim ke Fasilitas Isolasi Hung Shui Kiu dengan tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan khusus para pasien.

Dilansir dari South China Morning Post, Fasilitas Isolasi Hung Shui Kiu yang berlokasi di Kai Pak Ling Road, Hung Shui Kiu, Yuen Long ini memiliki 1.600 tempat tidur, sebanyak 250 diperuntukkan untuk kelompok etnis minoritas, dan sekitar 150 kamar khusus diperuntukkan bagi pasien Muslim.

Pengaturan khusus di fasilitas Hung Shui Kiu termasuk hotline yang dikelola oleh staf yang fasih berbahasa Urdu, Hindi, Bahasa Indonesia dan Tagalog, serta pilihan makanan bersertifikat halal. Staf-staf ini direkrut untuk memberikan rasa keakraban dan menjembatani kesenjangan budaya bagi etnis pasien minoritas dalam isolasi.

Dengan bantuan Masjid Kowloon dan Islamic Centre, fasilitas tersebut juga telah memperoleh puluhan sajadah dan salinan Al-Qur’an sehingga pasien Muslim di sana dapat menunaikan sholat. Gugus tugas juga telah membuat pengaturan khusus menjelang bulan suci Ramadhan, yang jatuh pada bulan April dan Mei tahun ini.

Makanan yang disiapkan oleh katering bersertifikat halal akan dikirimkan kepada pasien muslim pada pukul 3 pagi dan 7 malam untuk memungkinkan mereka berpuasa selama di siang hari, dan di malam hari, fasilitas ini juga akan menyajikan kurma medjool, makanan khas yang biasa dikonsumsi saat buka puasa.

Shiermaine Lam, seorang anggota staf Filipina-Cina di fasilitas tersebut, mengatakan bahwa dapat membantu dan memberikan dukungan emosional kepada pasien adalah bagian paling berharga dari pekerjaannya.

Dia mengingat panggilan telepon dari seorang pekerja rumah tangga Filipina yang bertanya dengan gugup dalam bahasa Inggris untuk secangkir kopi. Ketika dia menyadari Lam bisa berbicara bahasa Tagalog, dia terdengar lega dan berbicara lebih nyaman tentang permintaannya.

“Saat memasuki karantina, mereka pasti akan gugup dan tidak yakin dengan prosedurnya. Saya melakukan yang terbaik untuk mengobrol dengan mereka dan memberi tahu mereka bahwa mereka tidak sendirian,” kata Lam.

Shahzeeb, 23, wanita yang sebelumnya bekerja sebagai penerjemah untuk komunitas Pakistan di Yau Ma Tei memutuskan bergabung dengan tim di Hung Shui Kiu sehingga dia dapat terus berkontribusi. Dia berharap untuk mengurangi ketakutan yang mungkin dimiliki pasien ketika dikirim ke isolasi.

“Mereka memasuki lingkungan yang asing, jadi saya ingin membantu mereka sebanyak yang saya bisa,” katanya.(*)

Facebook Comments