Majikan Taiwan tidak boleh melarang buruh migran keluar selama pandemi

0
146
Pekerja migran merayakan Idul Fitri 2019 di Taipei Main Square, Taiwan. (Foto: one- forty foundation).
Contact US +852859865
Contact US +852859865

KEMENTERIAN Tenaga Kerja (MOL) Taiwan, Rabu (4/5/2022) merilis revisi peraturan yang menyebutkan majikan tidak boleh melarang pekerjanya keluar di hari libur mereka selama pandemi Covid-19.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Badan Pengembangan Tenaga Kerja MOL dalam “Pedoman untuk Majikan Pekerja Migran dalam Menanggapi Covid-19.” Di bagian “Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pekerja migran yang membutuhkan perhatian,” menyatakan bahwa majikan harus menghormati cuti yang diberikan kepada pekerja migran sesuai dengan undang-undang perburuhan dan kontrak kerja.

Secara jelas dinyatakan bahwa majikan tidak boleh melarang pekerja untuk mengambil libur. Perusahaan atau majikan dapat berkoordinasi dengan pekerja mereka dalam mengatur hari libur agar tidak terkonsentrasi pada waktu yang bersamaan.

Jika pekerja migran diharuskan bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat terkait penerapan isolasi rumah atau karantina rumah, pekerja migran harus mematuhi peraturan pencegahan epidemi. Majikan wajib memberikan cuti karantina bagi pekerja dan hanya selama masa karantina saja majikan dapat membatasi pekerja untuk keluar atau bekerja.

Perusahaan atau majikan harus mengingatkan para pekerja migran untuk menghindari tempat-tempat umum di mana banyak orang berkumpul dan daerah-daerah dengan ventilasi yang buruk ketika pergi keluar pada hari libur.

Majikan juga harus mengingatkan pekerjanya untuk menjaga jarak sosial yang tepat satu meter di dalam ruangan dan 1,5 meter di luar ruangan dan memakai masker setiap bepergian untuk mengurangi risiko infeksi.

Peraturan baru ini dikeluarkan karena menyikapi laporan banyaknya pekerja migran yang mengatakan mereka dikurung di pabrik tempat mereka bekerja dan di asrama, serta adanya perintah ketat dari perusahaan untuk tidak keluar karena alasan kasus Covid-19 sedang melonjak di Taiwan. Padahal, tindakan mencegah pekerja migran pergi keluar pada hari libur mereka merupakan pelanggaran terhadap undang-undang perburuhan Taiwan.(twn/e)

Facebook Comments